Sapi Kurban Presiden di Klaten Hampir 1 Ton, Disembelih Kilat
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 930 kg disembelih di Masjid Raya Klaten dengan teknik gesper, proses cepat dan minim stres.
Ilustrasi pedagang daging ayam (JIBI/Solopos/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA- Pekan kedua Agustus ini, harga daging masih di wilayah Jogja tinggi. Adapun harga komoditas lainnya masih dinilai wajar.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Senin (18/8/2014) di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo dan Pasar Demangan, harga komoditas daging masih dinilai tinggi.
Harga daging ayam broiler misalnya, rata-rata dijual Rp28.000 hingga Rp30.000 per kg. Daging ayam kampung harga jualnya mencapai Rp70.000 per kg.
Untuk komoditas daging sapi dan kambing, harga jualnya masih belum beranjak diangka Rp100.000 hingga Rp101.000 per kg.
Menurut Sutarmi, salah seorang penjual daging ayam di Pasar Demangan, belum turunnya harga daging tersebut disebabkan masih tingginya permintaan pasar. Hal tersebut mempengaruhi penjualan daging ke konsumen.
Dijelaskan dia dalam sehari, dia mampu menjual rata-rata 20 ekor per hari. "Untuk harga ayam broiler masih dijual antara Rp29.000 sampai Rp30.000 per kg. Harganya masih naik turun, fluktuatif," ujar Senin (18/7/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 930 kg disembelih di Masjid Raya Klaten dengan teknik gesper, proses cepat dan minim stres.
Rupiah diprediksi bergerak di Rp17.800–Rp17.950 per dolar AS, tertekan sentimen fiskal dan arus modal asing.
BPH Migas temukan truk curangi BBM subsidi di Jepara. Gunakan 16 QR code dan pelat palsu untuk isi hingga 1.000 liter.
UGM menilai Pancasila sedang diuji. Peran elite politik jadi kunci, ancaman datang dari militerisasi hingga disinformasi.
TikTok Shop kenakan biaya logistik hingga Rp10.000 per transaksi. Seller protes, pemerintah soroti potensi market abuse.
PWNU Jateng siapkan Satgas Pesantren Ramah Anak usai kasus kekerasan seksual di Pekalongan, dorong sistem perlindungan santri.