Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN- Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, banyak penjual premium eceran di wilayah Sleman yang menutup lapaknya karena kehabisan stok.
Salah satunya Sri yang berjualan di Prujakan. Dia mengaku setelah kulakan di SPBU, premium yang dia jual langsung habis dalam waktu kurang dari setengah jam.
Meski kehabisan, Sri tidak bisa kulakan lagi. “Ini sekarang cuma boleh beli sekali, maksimal 20 liter. Itu pun harus pakai kartu,” ungkapnya, Selasa (26/8/2014).
Dia lalu mengaku menjual premium seharga Rp 7.500 per botol. Namun, harganya bisa lebih mahal jika pembelinya adalah pengendara mobil.
Begitu juga yang dialami Heri, penjual premium eceran di Kentungan. “Kartu ini baru berlaku mulai hari ini. Kemarin saya masih bisa kulakan 3 kali,” ujarnya.
Sebanyak 20 liter premium pun ludes, bahkan hanya dalam waktu seperempat jam. “Saya jualnya Rp 8.000 per botol. Tidak ada yang protes, berapapun harganya mereka mau,” kata Heri menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.