Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85
Harianjogja.com, SLEMAN-Java Summer Camp (JSC) kembali digelar pada 12-14 September 2014. Kegiatan berskala internasional itu bertempat di bumi perkemahan Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan. Kegiatan serupa telah dilakukan setiap tahun sejak 2009.
“Besok adalah yang keenam. Tema yang diangkat adalah Unity in Diversity,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (26/8/2014).
“JSC bertujuan meningkatkan intensitas interaksi dan komunikasi budaya antar daerah maupun budaya asing di antara para peserta,” ungkap Ayu.
Para peserta juga diharapkan jadi tertarik mempelajari budaya jawa. JSC terbuka bagi umum, WNI maupun WNA. Syaratnya, calon peserta berusia 18-25 tahun, pendidikan minimal SMA sederajat, sehat, dan menguasai bahasa Inggris aktif maupun pasif. Peserta dibatasi hanya 150 orang.
“Hari ini sudah mulai pendaftarannya,” ujar Ayu.
Calon peserta akan menjalani seleksi. Dokumen yang masuk hingga 4 September 2014 akan diseleksi panitia. Untuk syarat-syarat kelengkapan dokumen, masyarakat bisa melihatnya di www.tourismsleman.com.
“Setelah dinyatakan terpilih melalui konfirmasi penerimaan, calon peserta baru dapat melakukan pembayaran,” ucap Ayu. Besar biaya yang dibayarkan senilai Rp 75.000 per peserta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.
Imam Besar New York Shamsi Ali menyebut Islam di Amerika Serikat justru tumbuh pesat setelah tragedi 9/11 dan Islamofobia meningkat.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada peninggalan candi Buddha saat membangun jalan menuju kandang ternak.