PSEL Legok Nangka Rp7,2 Triliun Mulai Dibangun, Olah 2.131 Ton Sampah
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Parade Gejlog Lesung dengan kolaborasi kelompok penyanyi yang tampil memeriahkan pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) di Kulonprogo, Jumat (29/8/2014) di Alun-alun Wates. (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Harianjogja.com, KULONPROGO– Parade Gejog Lesung memeriahkan pembukaan rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) di Kulonprogo, Jumat (29/8/2014). Kesenian yang menjadi salah satu ikon seni Kulonprogo ini dilakukan oleh ratusan penggejog dari 12 kecamatan.
Ratusan ibu-ibu tani berpakaian tradisional tampil kompak saat menggejog lesung. Alat yang selama ini dikenal sebagai penumbuk padi itu berubah fungsi menjadi kesenian yang unik dan khas masyarakat tani di masa lampau. Meski lesung tak lagi digunakan sebagai penumbuk padi, tetapi, alat yang terbuat dari kayu itu masih dilestarikan hingga saat ini sebagai salah satu kesenian rakyat khas Bumi Menoreh ini.
Suara khas gejog lesung memecah keramaian pembukaan FKY di Kulonprogo. Ketua Umum FKY Kulonprogo Joko Mursito mengatakan ada kurang lebih 124 penggejlog atau penumbuk padi yang tampil dalam pembukaan ini.
“Parade Gejog Lesung ini melibatkan ratusan penggejog dan ada 24 gejog lesung yang dimainkan,” ujar Joko di sela acara.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana mengatakan festival ini merupakan sinergisitas antara Pemerintah DIY melalui Dinas Kebudayaan dengan memanfaatkan dana keistimewaan. Di mana dana ini diperuntukkan sebagai pendukung kegiatan pengembangan, pembinaan serta pelestarian seni dan budaya, baik tradisional maupun kontemporer yang ada di Kulonprogo ini.
“Selain itu, kegiatan ini juga dapat turut mengangkat karya-karya seni baru yang diciptakan seniman-seniman Kulonprogo. Di samping itu dapat menjadi media informasi, promosi maupun hiburan bagi warga Kulonprogo,” papar Eko.
Parade Gejog Lesung tak hanya menjadi kesenian rakyat yang dimiliki Kulonprogo. Ratusan penari Tari Angguk tampil lemah gemulai dan lincah mengawali karnawal budaya. Ada kurang lebih 100 penari dari puluhan kelompok Tari Angguk asal Kulonprogo. Dalam karnaval ini setiap kecamatan juga menampilkan potensi seni tradisional maupun kontemporer unggulannya.
Penyelenggaraan festival ini akan digelar selama enam hari hingga Rabu (3/9/2014). Setidaknya ada 4.000 seniman yang akan tampil memeriahkan festival kesenian ini. Ribuan seniman tersebut berasal dari 12 kecamatan yang ada di daerah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.