Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi bendera ISIS (JIBI/Harian Jogja/Wikipedia)
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah tokoh agama Islam di Jogja mendeklarasikan diri menolak radikalisme agama dan faham Negara Islam Iraq Syiria atau ISIS yang mulai masuk ke Indonesia. Deklarasi digelar di Titik Nol Kilometer, Minggu (31/8/2014) dan dihadiri perwakilan dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY dan polisi.
Dalam deklarasinya, para tokoh agama ini menyatakan untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan menegakkan NKRI serta menolak segala bentuk kegiatan dan faham yang bertentangan dengan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
"Umat Islam jangan mudah terprovokasi dengan faham yang berpotensi merusak NKRI." Kata Sekretaris MUI DIY KRT Ahmad Muhsin Kamaludiningrat.
Kamaludin mengatakan sejauh ini memang tidak ada pergerakan faham ISIS di Jogja. Hanya, kata dia, beberapa remaja ikut-ikutan membawa simbol ISIS padahal remaja tersebut tidak mengetahui pasti yang dimaksud dengan faham ISIS.
"Jadi hanya sensasi saja padahal tidak tahu maksudnya" ujar Kamaludin.
Menurut Kamaludin, keberadaan ISIS tidak terlepas dari konflik yang terjadi di Timur Tengah kemudian mencoba dibawa ke Indonesia oleh sekelompok orang. Bangsa Indonesia, kata dia, tidak perlu khawatir karena sudah memiliki dasar negara yaitu NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45. "Yang menyusun dasar Negara tokoh agama Islam juga andil besar" ucap Kamaludin.
Staf Kementrian Agama Kota Jogja Mahmud mengatakan, untuk menangkal faham radikalisme agama, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi melalui diskusi-diskusi yang melibatkan para tokoh agama, dewan Masjid, takmir Masjid dan para penyuluh agama di tingkat kecamatan. Upaya sosialisasi untuk memberikan pemahaman bersama dalam melakukan dakwah yang rahmatan lilalamin di Indonesia serta tidak terjebak pada faham yang radikal dan berpotensi memecah belah umat khususnya di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.