Viral Pendaki Naiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu, Ini Sanksinya
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai salah satu rangkaian acara Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXVI 2014, Bioskop Tamansari menjadi salah saru acara yang mampu menyedot banyak perhatian publik.
Digelar di Pelataran Tamansari, Sabtu (30/8/2014) malam, acara yang rencananya akan digelar selama lima hari hingga 3 September 2014 mendatang memutar tiga judul film, masing-masing Jampi Gugat karya Antonius J.Haryono, Rena Asih karya Lingga Galih Permadi, dan sebuah film omnibus berjudul Sudut Kota Bercerita karya Syamarda Swandyka, Eka Wahyu, Umar Syaefuloh, Fietra Rey. Film berdurasi satu jam itu terdiri atas: Pagi, Sirine, Dilarang Berjualan Disini, dan Not For Sale.
Koordinator acara Andrika menjelaskan, melalui acara tersebut pihaknya ingin menunjukkan bahwa kesenian di Jogja tidak hanya seni pertunjukan dan seni tradisi saja. Dia ingin membuktikan bahwa film bisa menjadi salah satu bentuk hasil kreatif dan karya seni juga masih tumbuh subur di Jogja.
"Setidaknya melalui Bioskop Tamansari ini, kami ingin membuktikannya," ucapnya kepada Harianjogja.com, Minggu (31/8/2014).
Melalui acara tersebut, pihaknya berencana akan memutar 26 film beragam genre, mulai dari dokumenter hingga film fiksi yang rata-rata merupakan hasil produksi dari para seniman film Jogja. Dari 26 film itu, 24 di antaranya merupakan hasil seleksinya terhadap 55 judul film yang diterima panitia.
Sementara dua judul film lainnya merupakan kompilasi dari pemenang Festival Film Indie Jogja 2013 untuk kategori pelajar. Tak hanya Bioskop Tamansari, pada Sabtu malam, panitia FKY XXVI 2014 juga menggelar Panggung Kleringan II. Acara ini merupakan kelanjutan dari Panggung Kleringan I yang digelar sehari sebelumnya, di tempat yang sama, yakni di bawah Jembatan Kleringan.
Di Panggung Kleringan II, beberapa seniman musik dan tari menampilkan kepiawaiannya. Sebut saja misalnya Sekar Jindra dengan gamelannya, Individual Life yang menampilkan musik Post Rock dengan beragam instrumen klasik, Acapella Mataram yang menampilkan musik acapella berbahasa Jawa, dan Vertigong yang memainkan musik jaz dengan diiringi oleh gamelan.
Selain itu, di hari yang sama, tepatnya di Pasar Seni Plasa Pasar Ngasem juga digelar workshop seni secara berangkai, dimulai dari workshop membuat keramik, gerabah, hingga workshop origami dengan tema binatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.
Pemerintah mengungkap alasan Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam pengembangan energi baru terbarukan meski memiliki potensi PLTS mencapai 7.700 GW.