Duh, 60.000 Penerima Jaminan Kesehatan di Bantul Bermasalah

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Selasa, 02 September 2014 16:40 WIB
Duh, 60.000 Penerima Jaminan Kesehatan di Bantul Bermasalah

JIBI/Solopos/Maulana Surya Pasien rawat jalan mengantre untuk menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi, Jebres, Solo, Kamis (2/1). Selain peserta pengalihan dari Askes, Jamkesmas, TNI/PoIri dan Jamsostek, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014.

Harianjogja.com, BANTUL- Data penerima jaminan kesehatan (Jamkes) ganda di Kabutapen Bantul mencapai hingga 60.000 jiwa. Data bermasalah itu menyebabkan, tertutupnya kesempatan warga miskin lainnya untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah.

Kepala Seksi Data dan Pengkajian Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bantul Lukas Sumanasa menyebutkan, data terakhir hingga September 2013 menemukan sebanyak 60.000 jiwa penerima Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga menerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang kini menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS).

Jumlah itu dari total 144.000 penerima Jamkesda pada 2013.

Karut marutnya penerima jaminan kesehatan ganda itu menurutnya disebabkan beberapa hal. Pertama karena kesalahan entri data oleh petugas baik petugas yang mendata peserta Jamkesda maupun JKN atau Jamkesmas. Selain itu disebabkan ketidakjujuran warga saat didata petugas.

“Misalnya warga sudah dapat Jamkesmas, tapi enggak bilang ke petugas sehingga dapat lagi Jamkesda. Atau karena kartu Jamkesmasnya hilang tapi tidak melaporkan ke petugas,” jelas Lukas Senin (1/9/2014).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis