Sekolah Siaga Bencana Akan Ditambah

Rima Sekarani
Rima Sekarani Kamis, 04 September 2014 07:20 WIB
Sekolah Siaga Bencana Akan Ditambah

BELAJAR SIAGA BENCANA Siswa SD Negeri Kalisono, Sentolo, Kulonprogo mendapat penjelasan beragam fungsi alat medis yang terdapat dalam mobil ambulance saat berkunjung ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY di jalan Kenari, Yogyakarta, Selasa (20/08/2013). Program belajar di luar sekolah itu dimotori oleh Swara Nusa Institute, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) dan Alliananz Peduli dalam upaya pemberian pemahaman dan penanggulangan resiko bencana kepada anak sekolah terutama bagi me

Harianjogja.com, SLEMAN-Pemkab Sleman berencana menambah jumlah Sekolah Siaga Bencana (SSB), khususnya di kawasan lereng Gunung Merapi. Pembekalan pengetahuan terkait bencana bagi siswa sekolah dinilai memperlancar mitigasi bencana.

“Seluruh sekolah di lereng Merapi secara bertahap kita bekali jadi SSB. Dengan begitu, kita bisa menanamkan bagaimana mitigasi bencana ke anak-anak secara berkelanjutan,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo, usai peluncuran film dokumenter Mahaguru Merapi di Museum Gunung Merapi, Rabu (3/9/2014).

Saat ini Sleman memiliki lima SSB dan satu rintisan SSB. Kelima SSB tersebut adalah SMK Muhammadiyah Cangkringan, SMK Nasional Berbah, SMP Negeri 2 Cangkringan, SD Kepuharjo dan SD Umbulharjo 2, sementara SMK Muhammadiyah Pakem masih jadi rintisan SSB.

“Jumlah ini akan kita tingkatkan lagi ke depannya,” ujar Sri Purnomo.

Kepala SD Kepuharjo, Ramelan, mengatakan SSB menjadikan siswa-siswa lebih tenang saat menghadapi bencana. Misalnya ketika siswa kelas 6 harus menjalani ujian kelulusan ditengah status Gunung Merapi yang dinyatakan waspada pada Mei lalu.

“Setelah jadi SSB sering ada pelatihan mitigasi di sini. Anak-anak sudah tahu di mana jalur evakuasi dan titik kumpulnya,” papar Ramelan. Dia mengaku, siswanya sempat panik, tetapi situasi dapat segera kembali kondusif.

Terpisah, Kepala Bidang Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan pekan depan akan dilakukan pencanangan sister school. Program tersebut nantinya berjalan beriringan dengan sister village.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online