JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Harianjogja.com, SLEMAN-Permainan tradisional bagi anak-anak dianggap perlu mendapat ruang khusus dalam upaya Sleman menjadi kabupaten layak anak. Permainan tradisional pun dinilai bisa menghindarkan anak-anak dari sifat dan sikap anti sosial.
“Kita mulai menjali kerjasama dengan kecamatan agar memberikan fasilitas bermain bagi anak-anak,” kata Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemberdayaan Perempuan (KBPMPP) Kabupaten Sleman, Nurul Hayah, usai seremonial perayaan Hari Anak Nasional di Lapangan Pemda Sleman, Senin (8/9/2014).
Ditambahkan, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman terkait keseimbangan waktu belajar dan bermain anak.
Nurul memaparkan saat ini telah terdapat forum anak di setiap kecamatan. “Menonjolkan permainan tradisional ini juga inisiatif dari anak-anak. Mereka menginginkan ada ruang bermain yang layak,” ujarnya.
Dibandingkan dengan permainan moderen, permainan tradisional diniali lebih membuat anak mampu bersosialisasi dengan teman sebayanya.
“Masih perlu diteliti apakah permainan moderen membuat egois, tapi dalam permainan tradisional memang ada nilai gotong royong yang tinggi,” ucap Nurul menjelaskan.
“Kita bisa belajar tentang toleransi, rasa sayang, hingga perhatian dengan sesama,” imbuh Nurul.
Hal itu, menurut Nurul didapatkan melalui interaksi sosial saat anak-anak bermain dalam sebuah kelompok.
Permainan tradisional juga bermanfaat mengembangkan motorik anak karena melibatkan gerak tubuh. “Hal ini juga penting bagi kesehatan organ tubuh dan mencegah obesitas,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.