Berapa Biaya Cetak Sawah Baru di Sleman?

Rima Sekarani
Rima Sekarani Kamis, 11 September 2014 18:20 WIB
Berapa Biaya Cetak Sawah Baru di Sleman?

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Mujiyar, 58, mengairi lahan pertanian bawang merah yang ia garap dengan mesin penyedot air berbahan bakar premium yang dimodifikasi menggunakan gas elpiji di areal persawahan di Sanden, bantul, DI. Yogyakarta, Selasa (27/08/2014). Kesulitan mendapatkan BBM premium membuat para petani di daerah itu mencoba memodifikasi mesin penyedot air dengan gas elpiji 3 Kg, setiap harinya diperlukan dua liter premium untuk menghidupkan mesin pompa air, sementara dengan gas elpiji 3 Kg mam

Harianjogja.com, SLEMAN- Mencetak sawah baru di Sleman tidaklah mudah, dan biaya yang diperlukan juga tidak sedikit.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno mengungkapkan membuat sawah baru tidaklah mudah.

“Biayanya juga mahal. Untuk menyiapkan saluran irigasi dan sebagainya bisa butuh Rp30juta per hektare,” ucap Widi, Rabu (10/9/2014).

“Tidak mungkin sawah bertambah, kecuali menunda dan mengendalikan alih fungsi ladan,” lanjut Widi.

Dia sendiri mengaku pihaknya mencatat luas lahan pertanian di Sleman sekitar 22.623 hektare pada 2013 lalu. Menurutnya, perbedaan dengan data versi DPPD terjadi karena banyak warga yang mengalihfungsikan lahannya tanpa mengurus perizinan.

Kepala DPPD Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo mengatakan, alih fungsi adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihentikan. “Namun kami bisa menata dan mengendalikan melalui mekanisme perizinan,” paparnya.

Dia juga mengatakan izin dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek tata ruang, lingkungan, sosial dan budaya, ekonomi, serta fungsi kawasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online