Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Perhubungan Kota Jogja dan Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja akhirnya menyepakati Jalan Prof. DR. Ir. Yohanes diberlakukan satu arah (menuju utara) mulai 25 September ini.
Arus kendaraan yang dibolehkan melintas di Jalan Yohanes hanya dari arah Selatan Simpang Empat Galeria menuju Simpang Empat Sagan.
"Keputusannya mulai 25 September satu arah ke utara untuk Jalan Yohanes" kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja Komisaris Polisi Sudaryo saat dihubungi, Kamis (11/9/2014)
Sudaryo mengaku, polisi siap membantu pemberlakukan jalur searah tersebut. Menurur dia, upaya jalur searah untuk memperlancar arus kendaraan yang mulai padat di Kota Jogja.
"Renaca dinas perhubungan sudah matang ya kita dukung" ucap Sudaryo.
Namun, diakui Sudaryo, penyebab kepadatan arus lalu lintas di beberapa jalur di Jogja, tidak hanya karena dua lajur melainkan parkir kendaraan di jalan juga menjadi penyebab.
Dia berharap ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota untuk menertibkan parkir di jalan. "Catatan kita ada penertiban parkir," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Peoples’ Conservation Summit 2026 di UGM melahirkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia dan 13 tuntutan perubahan arah konservasi.
Menaker Yassierli menargetkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung akhir Oktober 2026, dengan perhatian pada pekerja sektor informal.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.