3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Distribusi tabung gas melon atau elpiji tiga kilogram dari agen ke pangkalan di Kulonprogo dikurangi sejak awal September. Pemilik pangkalan di Wates khawatir terjadi kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram.Terlebih, harga tabung gas elpiji 12 kilogram melonjak dan mengakibatkan konsumen beralih ke tabung gas elpiji tiga kilogram.
Wahyu Kurniawati, 38, pemilik pangkalan tabung gas di Wates, mengungkapkan, sejak awal September distribusi tabung gas elpiji tiga kilogram ke pangkalannya dikurangi hingga 200 tabung per minggu. Sebelum terjadi pengurangan, pangkalan biasa mendapat pasokan 560 tabung setiap minggu yang didistribusikan per dua hari sekali.
“Kalau pasokan dari agen datang ke pangkalan, tabung gas elpiji tiga kilogram sudah ludes terjual dalam waktu tidak sampai satu jam,” ujarnya, Kamis (11/9/2014).
Dijelaskannya, keadaan ini dipicu kenaikan harga tabung gas elpiji 12 kilogram yang mencapai Rp20.000 per tabung, sehingga banyak konsumen beralih ke tabung gas melon. Nia mengaku tidak dapat menghalangi konsumen membeli tabung gas elpiji tiga kilogram. Seharusnya, kata dia, pedagang besar menggunakan tabung gas elpiji 12 kilogram.
“Hanya saja saya juga tidak tahu apakah orang itu pedagang besar atau kecil,” terangnya.
Terkait penjualan tabung gas elpiji 12 kilogram, Nia masih menunggu permintaan pasar. Pasca kenaikan harga, paparnya, banyak warung yang menolak untuk menyetok tabung gas elpiji 12 kilogram. Mereka memilih untuk menunggu permintaan dari pembeli. Diakuinya, sampai saat ini belum ada rencana untuk mengurangi pasokan tabung gas elpiji 12 kilogram dari agen. Ia menambahkan, pasokan tabung gas elpiji 12 kilogram yang ke pangkalannya rata-rata berjumlah 15 tabung per minggu.
Sebelumnya, Jayusman, 39, salah satu pengelola pangkalan gas di Wates, menilai tingginya permintaan tabung gas elpiji tiga kilogram karena banyak konsumen yang beralih dari tabung gas elpiji 12 kilogram. “Kalau terjadi kelangkaan karena jumlah konsumen tabung gas melon bertambah,” tuturnya.
Ditambahkannya, pangkalan menjual tabung gas elpiji tiga kilogram seharga Rp14.500 sampai Rp16.000 kepada pengecer. Sebelum kenaikan harga, tabung gas elpiji 12 kilogram dibanderol Rp100.000 untuk pengecer dan sampai di tangan konsumen seharga Rp105.000. Namun saat ini, harga tabung gas elpiji 12 kilogram menjadiRp120.000 dari pangkalan dan sampai ke tangan konsumen menjadi Rp125.000 sampai Rp130.000 per tabung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut Satgas Pangan menetapkan 39 tersangka dari 38 kasus dugaan penyimpangan perberasan.
Pakuwon membongkar pagar Mal Kota Kasablanka setelah pemerintah menilai ekonomi dan kondisi keamanan nasional tetap kondusif.
111 penyintas KM Mutiara Sentosa II tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Berikut kondisi korban dan update terbaru proses evakuasi.
Toyota memperkenalkan Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS 2026 dengan tenaga 457 HP, torsi 790 Nm, dan teknologi hybrid terbaru.
SIM Keliling dan Samsat Keliling hadir malam ini di Stadion Sultan Agung Bantul. Cek jadwal, layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.