PEMBUNUHAN MAHASISWI DI SLEMAN : Periksa 10 Saksi, Polres Sleman Masih Buru Pembunuh Rani

Sunartono
Sunartono Jum'at, 12 September 2014 17:40 WIB
PEMBUNUHAN MAHASISWI DI SLEMAN : Periksa 10 Saksi, Polres Sleman Masih Buru Pembunuh Rani

Harianjogja.com, SLEMAN- Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin menyatakan pihaknya memeriksa sekitar sepuluh orang saksi dalam kasus dugaan pembunuhan http://www.harianjogja.com/baca/2014/09/10/pembunuhan-mahasiswi-di-sleman-mayat-penuh-luka-di-sawah-diduga-korban-pembunuhan-534923" target="_blank">Rani Askilia diketahui mahasiswa semester ketiga jurusan Ilmu Manajemen, STIM YKPN.

Rani ditemukan Rabu (10/9/2014) pagi dalam kondisi tewas dengan luka tusuk di salah satu lahan milik warga di Dusun Kanoman, Banyuraden, Gamping.

Ihsan menjelaskan para saksi yang diperiksa sebagian besar adalah teman-teman korban. Mereka rata-rata teman korban yang terakhir kali berinteraksi dan teman dekat korban.

Data itu diperlukan untuk mengetahui latar belakang korban. Dalam keseharian korban memang tinggal di indekos Gang Bimo, Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman yang tak jauh dari kampusnya.

"Memang hari-hari sebelumnya korban masih bertemu dengan teman-temannya. Artinya saksi-saksi masih berinteraksi dengan korban saat pagi harinya [Selasa 9/9/2014]," ungkap Ihsan.

Pihaknya belum dapat menyimpulkan siapa pelakunya. Teman-teman yang diperiksa itu statusnya sebagai saksi. Jasad korban sendiri sudah dibawa ke rumahnya di Mungkid Magelang pada Rabu (10/9/2014) malam.

"Soal keterlibatan teman dekat, itu yang kami dalami. Yang jelas kami cari tahu latar belakang korban dulu," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online