KENAIKAN HARGA GAS : Di Jogja, Stok dan Penjualan Gas Melon Masih Normal

Sabtu, 13 September 2014 17:40 WIB
KENAIKAN HARGA GAS : Di Jogja, Stok dan Penjualan Gas Melon Masih Normal

Bisnis/Rachman PERKETAT PENYALURAN Pekerja menata tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan elpiji Jalan Ahmad Yani Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/1). Khawatir terjadi peralihan konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg akibat kenaikan elpiji 12 kg, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperketat pengawasan perdagangan dan penyaluran elpiji 3 kg.

Harianjogja.com, JOGJA-Di wilayah Kota Jogja, stok maupun penjualan gas 3 Kg masih dinilai normal. Hanya, elpiji 3 Kg tersebut lebih cepat laku.

“Stok kami miliki per harinya delapan tabung, setiap hari habis. Namun, sejak Rabu (10/9/2014), hanya laku dua hingga tiga tabung,” ujar Heriyanto, staf kasir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Semaki, Jogja, Jumat, (12/9/2014).

Heri menambahkan tak ada pengurangan jatah elpiji tiga kg di SPBU tempat ia bekerja. Stok masih seperti biasa, 20 hingga 30 tabung per hari.

“Cepat habis, pembeli mayoritas rumah tangga. Namun tak ada penambahan permintaan untuk dikirim ke sini,” tambahnya.

Suyana, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja mengatakan di tingkat
pengecer belum ada laporan penambahan permintaan.

Kebutuhan elpiji tiga kg di kota Jogja sebesar 17.300 tabung per hari, atau sekitar tujuh juta tabung per tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online