Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Ilustrasi sumur dalam (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Sapto Winarno mengungkapkan wilayah Kecamatan Prambanan menjadi yang dampak kekeringannya paling parah pada musim kemarau. Warga yang belum terjangkau tiga sistem jaringan air bersih di Prambanan, diminta memanfaatkan dam dan sumur-sumur dalam yang telah dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sapto mengatakan musim kemarau diperkirakan masih terjadi dalam dua hingga tiga bulan mendatang.
“Di Prambanan kita ada dam pengendali di Dawangsari, Sambirejo. Volume airnya mencapai 20.000 meter kubik dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Diperkirakan, airnya masih cukup sampai selesai musim kemarau nanti,” ucap Sapto kepada wartawan di Gedung Setda Sleman, Jumat (12/9/2014) lalu.
Sapto pun mengakui telah terjadi penurunan debit air, terlebih di Prambanan.
“Silakan memanfaatkan dan mengelola sumur dalam yang sudah ada,” katanya kemudian.
Sebanyak delapan sumur dalam telah dibangun di Prambanan untuk mengantisipasi kekeringan. Sapto memaparkan kedelapan sumur tersebut dikelola warga Dusun Gedang, Kikis, Sawo, dan Sembir di Desa Sambirejo, Dusun Pereng di Desa Sumberharjo, Dusun Jontro dan Jali di Desa Gayamharjo, serta Dusun Mlakan di Desa Madurejo.
Sementara itu, tiga sistem jaringan air bersih di Prambanan secara bertahap akan dilakukan konversi energi dari solar ke listrik.
“Saat ini baru sistem II di Dusun Bleber Desa Sumberharjo yang energi penggerak pompanya sudah dikonversi dari solar ke listrik,” terang Sapto.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Juli Setiono Dwiwasito mengungkapkan terdapat beberapa saluran yang perlu diperbaiki pada sistem jaringan air bersih di Prambanan. Misalnya sarana perpipaan di Bleber, ada kerusakan sepanjang sekitar satu kilometer karena pipanya sudah cukup tua dan aus.
Sapto melanjutkan, setelah perbaikan jaringan dan konversi energi selesai, ketiga sistem tersebut diharap mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 5.242 keluarga di kawasan perbukitan Prambanan. Biaya operasional pun dinilai lebih hemat jika pompa digerakkan dengan energi listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.