KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 4 Tewas dan 218 Penumpang Selamat
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Simulasi mitigasi bencana di Sleman (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, SLEMAN-Hewan ternak menjadi kekayaan berharga bagi warga lereng merapi. Saat erupsi terjadi, masyarakat seringkali masih harus berpikir menyelamatkan ternak dikala nyawa terancam. Apa yang mulai dilakukan, agar warga dapat menyelamatkan diri sekaligus ternaknya?
Dua unit kendaraan bak terbuka dengan cepat melintasi gang perkampungan Hunian Tetap (Huntap) Kuwang, Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (14/9/2014) kemarin. Mobil pikap dan truk itu langsung menuju ke halaman kandang komunal yang di dalamnya terdapat sekitar 80 ekor ternak sapi. Dari kejauhan terdengar sirine panjang berbunyi serta sayup-sayup suara warga mengumumkan bahwa Merapi sedang meletus. Di tengah warga berhamburan itu, sejumlah tim penyelamat ternak mulai beraksi untuk mengangkut ternak warga.
Kedua kendaraan itu pun bersiap dengan parkir di pinggiran tangga turunan datar menuju kandang. Lalu pintu bak kendaraan dibuka dan ditindihkan dengan tangga turunan. Rupanya pintu bak mobil itu dimanfaatkan sebagai titik naiknya sapi. Sementara lebih dari lima warga dengan cekatan membantu menaikkan sapi ke atas truk. Sebanyak enam ekor sapi masuk ke dalam sebuah truk tersebut. Lalu diangkut menuju titik aman yang berjarak sekitar 300 meter ke arah selatan keluar dari Huntap Kuwang.
Sekitar 20 menit evakuasi ternak sapi itu berlangsung. Warga tampak masih terkendala upaya menaikkan sapi ke atas truk. Karena belum dibangunkan titik khusus untuk menaikkan sapi. Di lokasi pengungsian, warga lain sudah menyiapkan Hijauan Makanan Ternak (HMT). Sehingga saat tiba di pengungsian ternak-ternak itu sudah mendapatkan pakan sesuai porsinya.
Meski masih ada yang perlu dievaluasi, tapi simulasi penyelamatan ternak itu mampu menggambarkan apa yang harus dilakukan warga saat merapi meletus. Tentu, warga harus menaati segala aturan yang sudah ditetapkan dalam proses evakuasi.
"Evaluasinya, infrastruktur harus lebih siap. Terutama tempat untuk naiknya sapi atau gadukan. Dengan itu akan membuat sapi naiknya ke kendaraan lebih santai. Tapi tadi hanya dengan pintu bak truk, ini memang uji coba dan akan terus dievaluasi," ungkap Kabid Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Kabupaten Sleman, Suwandi Aziz, Minggu (14/9/2014) di Huntap Kuwang.
Sehari sebelum melakukan evakuasi, para tim penyelamat itu terlebih dahulu sudah mengikuti workshop di lokasi tersebut. Selain warga Huntap Kuwang juga diikuti warga Huntap Plosokerep, Umbulharjo. Pihak swasta bersama dinas terkait mulai menyiapkan panduan penyelamatan hewan ternak yang nantinya akan dibagi di tiap Huntap.
"Buku panduan itu baiknya tidak hanya dibaca saja tapi harus dipraktekkan. Misalnya kalau ada gemuruh siapa yang punya tugas memindahkan, kemudian sampai di pengungsian siapa yang mencari pakan. Mulai sekarang harus disiapkan," ungkap Wakil Bupati Sleman, Yuni Satiya Rahayu saat meninjau simulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Kecelakaan lalu lintas di Tanzania dan Italia menewaskan total 14 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat.
Harga pangan hari ini 3 Agustus 2026 mayoritas stabil. Cabai rawit merah, daging ayam, dan telur naik, sementara bawang dan cabai merah turun.
Indonesia menghadapi Vietnam pada Grup A Piala AFF 2026. Laga di Pakansari menjadi ujian sesungguhnya Garuda untuk mengunci tiket semifinal.
Sinergi KDMP dan Program MBG mulai memberi kepastian pasar hasil budi daya masyarakat melalui penyerapan SPPG, kata Menko Pangan Zulhas.
Harga CPO diproyeksikan tetap tinggi sepanjang 2026 didorong implementasi B50, ketatnya pasokan, dan dampak El Niño di Asia Tenggara.