60 Siswa MI di Klaten Keracunan Usai Makan MBG, Mual dan Muntah
Sebanyak 60 siswa dua MI di Ceper, Klaten, mengalami mual, pusing hingga muntah setelah menyantap menu MBG.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah warga penolak Bandara Kulonprogo melakukan aksi demo di salah satu ruas Jalan Daendels tepatnya di Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Kecamatan Temon Kulonprogo, Selasa (16/9/2014). Tujuan aksi ini untuk menguatkan mental jelang kegiatan sosialisasi.
Sekitar pukul 11.30 WIB ratusan warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) berkumpul dengan membawa spanduk dan poster yang berisi penolakan pembangunan bandara di Temon.
Tokoh WTT yang terdiri dari ketua, humas, serta sesepuh WTT, secara bergantian berorasi di hadapan warga yang berasal dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
Mereka meneriakkan yel-yel tolak bandara serta menyanyikan lagu yang liriknya menolak pembangunan salah satu megaproyek di Kulonprogo tersebut.
Ketua WTT Purwinto menuturkan aksi ini dilakukan untuk menggugah kesadaran dan menguatkan mental warga dalam menghadapi sosialisasi pembangunan bandara di Temon.
Warga WTT yang didominasi warga dari Desa Palihan dan Glagah dijadwalkan hadir dalam sosialisasi yang diadakan pada Rabu (17/9/2014) dan Selasa (23/9/2014) sesuai dengan undangan yang mereka terima.
Diungkapkannya, isu yang berkembang di masyarakat tentang sosialisasi beragam dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Banyak yang bilang sosialisasi sudah dipolitisasi, jadi dalam pengambilan undangan warga yang tidak tanda tangan daftar hadir sudah dianggap setuju dengan pembangunan bandara, hal-hal seperti ini yang membuat warga tertekan,” terangnya kepada wartawan.
Samiyati Sutontro, 63, warga Dusun Kragon II, Desa Palihan mengaku menolak pembangunan bandara di wilayah tempat tinggalnya karena ingin hidup aman dan nyaman. “Kalau nanti kami digusur karena bandara, anak cucu saya tidak bisa sekolah, kami mau tinggal di mana,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 60 siswa dua MI di Ceper, Klaten, mengalami mual, pusing hingga muntah setelah menyantap menu MBG.
Perempuan 64 tahun di Nepal ditemukan selamat setelah 10 hari tertimbun reruntuhan akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Rasuwa.
Kemenpar meminta keselamatan penerbangan menjadi prioritas di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi pembatalan penerbangan.
DPRD Bantul mendorong pemetaan wilayah kekeringan dan pembangunan sumur bor serta jaringan air bersih sebagai solusi permanen.
Kemenhub memastikan refund tiket pesawat 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.