PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan demonstrasi penolakan bandara Kulonprogo (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Harianjogja.com, KULONPROGO-Polres Kulonprogo akan membatasi jarak antara masyarakat umum dengan lokasi sosialisasi rencana pembangunan bandara di Desa Glagah, Kecamatan Temon. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana sosialisasi yang lebih kondusif, mengingat sebagian besar warga Wahana Tri Tunggal (WTT) dari Glagah.
Kapolres Kulonprogo AKBP Johanes Setiawan Widjanarka mengungkapkan Polres Kulonprogo akan memperketat pengamanan saat sosialisasi rencana pembangunan bandara di Kulonprogo. Pertimbangannya, sebagian besar warga WTT berdomisili di Glagah. Dipaparkannya, keamanan diperketat melalui pembatasan jarak antara warga dengan lokasi sosialisasi.
“Minimal jarak antara lokasi sosialisasi dengan warga yang mendekat dan bukan undangan minimal 30 meter,” sebutnya seusai melakukan pengamanan sosialisasi rencana pembangunan bandara di Palihan, Rabu (17/9/2014).
Ia mengungkapkan sebelum pelaksanaan sosialisasi sudah memberitahu warga yang tidak memiliki undangan [WTT yang melakukan unjuk rasa] untuk tidak ikut mendekat ke lokasi sosialisasi. Johanes juga mengizinkan warga menyampaikan aspirasinya dan akan diberi waktu oleh tim sosialisasi.
Ia juga tidak menampik terdapat potensi benturan antara kelompok pro dengan kontra bandara, tapi situasi berhasil diredam sehingga tidak menimbulkan kericuhan. Petugas keamanan, kata dia, juga mengantisipasi aksi penolakan yang dilakukan oleh warga tidak disusupi pihak luar yang memiliki kepentingan, misal lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Sebelumnya, Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin mengatakan untuk mengamankan pelaksanaan sosialisasi di wilayah yang dianggap rawan, yakni Palihan dan Glagah, Polres Kulonprogo meningkatkan jumlah personel yang diterjunkan hingga dua kali lipat.
“Biasanya satu lokasi ada 30 personel, tetapi di dua wilayah itu akan diterjunkan hingga 60 personel,” sebutnya.
Ia menguraikan personel yang diterjunkan selama pelaksanaan sosialisasi berjumlah 358 orang, yang terdiri dari personel Polres Kulonprogo dan bawah kendali operasi (BKO) Polda DIY . Untuk bantuan dari Polda, yaitu 30 personel Satbrimob, 30 personel Sabhara Polda DIY, 24 personel Intel Polda DIY.
“Selain itu juga ada bantuan dari TNI yang sesuai kesepakatan awal akan dibantu dengan 100 personel,” imbuh Akbar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Pelajar asal Tangerang Selatan terluka setelah diduga ditembak airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman. Polisi masih memburu pelaku.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026. Inflasi tahunan tercatat 2,88% dan inflasi tahun kalender mencapai 1,65%.