Investor Asing Belum Agresif Borong SBN, Ini Faktor Penghambatnya
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, Pemerintah Daerah DIY menyiapkan pelayanan air minum (PAM) regional dengan kapasitas 700 liter per detik. Rencana ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan air untuk kepentingan perhotelan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral Muh Mansur mengatakan penyediaan volume air sebesar itu akan direalisasikan secara bertahap. Pada 2015, baru akan terpenuhi 400 liter per detik, sedangkan kekurangannya baru disediakan dua tahun berikutnya. Adapun penyalurannya akan diprioritaskan di wilayah kota, karena Jogja merupakan daerah tidak mempunyai sumber air dan dengan maraknya pertumbuhan hotel mengancam kekeringan.
“Tahap awal 200 liter per detik dibagi untuk kota. Sisanya masing- masing 100 liter untuk Sleman dan Bantul,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Kamis(18/9).
Dengan begitu, perhotelan yang nantinya sudah terlewati sambungan pipa PDAM harus berlangganan dengan PDAM, toh telah diatur dalam Perda No5/2012 tentang pengelolaan air tanah. Diatur di pasal 39, untuk kepentingan usaha wajib menggunakan air PDAM. Aturan pengusahaan air tanah ini pun telah diatur dalam aturan teknisnya pada Peraturan Gubernur No54/2014.
Terkait dengan penyediaan PAM regional itu, Mansur melanjutkan program itu merupakan hasil kerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kota/kabupaten.
"Nilai kasar proyeknya Rp600 miliar," ungkapnya.
Penyediaan air tahap satu itu akan mengambil air dari Sungai Progo yang berada di Jembatan bantar, sedangkan pada tahap kedua juga mengambi air Sungai Progo yang melintas di Kebon Agung. Teknis pendistribusiannya, air dari sungai tersebut akan ditampung di bak penampungan di Pajangan, Bantul. Lokasi itu dipilih karena dinilai memiliki ketinggian yang cukup untuk mengalirkan air ke Jogja, Sleman dan Bantul. Selanjutnya air itu akan diolah oleh PDAM masing- masing kota/kabupaten.
“Prinsipnya kota/kabupaten nanti beli air curah dari Pemda DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026
Pemerintah mengintegrasikan MBG dengan Koperasi Desa Merah Putih untuk ketahanan pangan. Pengamat menilai tata kelola dan keamanan pangan masih menjadi tantanga
Polres Karanganyar menghentikan penyelidikan dugaan MinyaKita berbau solar setelah uji laboratorium memastikan tidak ada kandungan solar maupun minyak tanah.