Muktamar ke-35 NU Ricuh, Kader Adu Jotos di Pintu Gerbang Ponpes Tambakberas Jombang
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Harianjogja.com, TEMON—Jumlah kasus cacing hati pada sapi kurban di Kecamatan Temon mengalami penurunan signifikan. Tingkat kesadaran peternak pada kesehatan hewan diduga menjadi penyebabnya.
Data yang dihimpun dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Temon tercatat pada 2013 tidak lebih dari 30 ekor sapi kurban yang terkena cacing hati. Sementara, tahun sebelumnya kasus cacing hati menimpa lebih dari 50 ekor sapi kurban.
Dokter Puskeswan Temon Hermawati mengakui terjadi penurunan kasus cacing hati di Temon. Menurutnya, kesadaran peternak menjadi salah satu kunci penyakit tersebut berkurang.
“Peternak mulai sadar dan memeriksakan hewan yang sakit dan mendapati gejala yang tak wajar,” ujarnya di sela-sela hari pertama pemeriksaan hewan kurban oleh Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Diskepenak) Kulonprogo di Desa Sindutan, Temon, Senin (22/9/2014).
Ia menuturkan, ciri-ciri hewan kurban yang sehat dan layak, antara lain, nafsu makan baik, bulu tidak kusam, warna mata cerah, tidak cacat, dan sebagainya.
Hermawati juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi hati sapi yang terkena cacing walaupun ketika dimasak dengan benar cacing hilang dan hati sapi tidak membahayakan manusia.
“Lebih baik dibuang, masalah kepantasan saja, masa orang makan makanan sisa cacing,” ungkapnya.
Terkait pemeriksaan hewan kurban yang digelar rutin Diskepenak Kulonprogo setiap menjelang Idul Adha, Hermawati menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit menular pada hewan kurban.
Dari pemeriksaan di dua lokasi peternakan di Temon, tim belum menemukan penyakit pada hewan. Ia menyebutkan kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari yang meliputi peternakan dan tempat penjualan hewan kurban di Kulonprogo.
Sumadi, penjual sapi di Dusun Plempukan, Sindutan, mengaku melakukan pemeliharaan rutin pada hewan yang dijualnya, seperti member pakan yang cukup. Ia juga tidak segan memeriksakan sapi yang akan dijualnya jika terlihat gejala sakit.
“Walaupun jarang sekali saya memeriksakan karena saya selalu memastikan sapi yang saya beli dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Menjelang Iduladha, Sumadi memiliki persediaan 10 ekor sapi yang dijual mulai dari harga Rp15,8 juta sampai dengan Rp20 juta.
Sebenarnya, ia juga memiliki satu ekor sapi sapi simental yang sudah ditawar orang hingga Rp35 juta. “Tapi belum saya lepas, masih eman-eman [sayang],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 7 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Barcelona pesta gol dengan kemenangan 0-5 atas Valencia di Mestalla. Lamine Yamal mencetak dua gol dalam laga La Liga.
Erupsi Anak Krakatau berdampak pada 1.039 penerbangan di Bandara Soetta. Sebanyak 166.351 penumpang terdampak dan bus gratis disiapkan.