Bantuan Air ke Prambanan Sebaiknya Berkoordinasi agar Merata

Rima Sekarani
Rima Sekarani Selasa, 23 September 2014 22:40 WIB
Bantuan Air ke Prambanan Sebaiknya Berkoordinasi agar Merata

Harianjogja.com, SLEMAN—Setiap pihak yang memberikan bantuan air bersih bagi warga Kecamatan Prambanan diharap berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan.

Menurut Bupati Sleman, Sri Purnomo, koordinasi dibutuhkan untuk memastikan bantuan air bersih didistribusikan secara merata dan tepat sasaran.

“Banyak pihak swasta yang memberikan bantuan air bersih. Kami mengharapkan, setiap bantuan yang akan masuk dikoordinasikan terlebih dahulu dengan kecamatan. Tujuannya agar bantuan bisa merata dan tidak menumpuk di satu titik,” kata Sri Purnomo sebelum menyerahkan bantuan air bersih di Dusun Klumprit I, Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Selasa (22/9/2014) siang.

Tahun ini, Pemkab Sleman menyiapkan 100 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan di Prambanan. “Jumlah itu jelas tidak cukup, mengingat banyaknya warga yang membutuhkan air bersih. Namun, jaringan sistem pengatur air di Prambanan yang ada diharap bisa membantu mencukupi kebutuhan air warga setempat,” ujar Bupati.

Seorang warga Klumprit I, Tri, 27, merasa senang mendapat bantuan air bersih. Pasalnya, selama ini dia harus mengambil air bersih dari sumur milik warga lain di dusun tetangga akibat tidak mampu membeli air. Dia mengaku akan menggunakan bantuan air bersih yang diterimanya untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari.

Tri mengatakan, warga yang mampu biasanya membeli air bersih seharga Rp110.000 per tangki. Air tersebut bisa mencukup kebutuhan air sehari-hari selama tiga hingga empat hari.

“Kalau untuk ternak, bisa mengambil dari embung yang airnya kurang jernih,” imbuhnya kemudian.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online