Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Di antara aksi unjuk rasa dan pelaksanaan sosialisasi pembangunan Bandara Kulonprogo, terdapat pula warga Glagah yang datang ke lokasi sosialisasi secara diam-diam, Selasa (23/9/2014).
Seperti yang dilakukan Parjo, 50, bukan nama sebenarnya, yang memilih datang ke Balai Desa Glagah tanpa sepengetahuan warga lainnya.
“Sebenarnya saya juga tidak langsung setuju dengan pembangunan bandara, saya masih pikir-pikir dulu,” ujarnya.
Niat datang ke sosialisasi, kata Parjo, didasari oleh rasa penasaran mengenai informasi tentang pembangunan bandara di Kulonprogo. “Saya ingin tahu yang sebenarnya pembangunan bandara itu akan seperti apa,” tuturnya.
Ketidaksetujuan Parjo terhadap pembangunan bandara karena ia merasa tidak punya kemampuan selain bertani. Parjo adalah buruh tani yang menggarap lahan sewa. Ia khawatir jika ada pembangunan bandara maka mata pencahariannya menjadi terancam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Prabowo meminta warga Jakarta, Banten, dan Lampung waspada erupsi Anak Krakatau, mematuhi zona bahaya, serta menggunakan masker.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.