Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan demonstrasi penolakan bandara Kulonprogo (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta aparat keamanan bertindak tegas menghadapi aksi warga Wahana Tri Tunggal (WTT) yang merugikan warga lainnya.
Seperti yang diketahui, WTT menggelar aksi saat sosialisasi rencana pembangunan bandara di Balai Desa Glagah berlangsung, Selasa (23/9/2014) lalu.
Dalam aksi tersebut mereka memblokade Jalan Daendels dengan batang pohon, batu-batu, dan membakar ban.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kulonprogo Suprapto meminta aparat keamanan dapat bertindak lebih tegas dalam menghadapi WTT karena meresahkan warga lainnya.
Ia menyebutkan, salah satu pohon yang digunakan merupakan milik warga Palihan dan mereka [WTT yang sedang melakukan aksi] tidak meminta izin pemilik sebelum menebang pohon.
Tidak hanya itu, sebut Suprapto, warga yang berniat datang ke sosialisasi juga dihadang oleh warga WTT sehingga tidak jadi mengikuti sosialisasi.
Ia memperkirakan sekitar 25% dari 950 warga yang diundang sosialisasi di Glagah tidak datang karena takut dengan warga yang sudah mengadang di jalan. Dua buah gardu ronda, tambahnya, juga dirusak.
“Saya berharap pada saat tahap konsultasi publik, pengawalan ketat dari aparat keamanan dapat dilakukan sehingga tidak merugikan kepentingan umum,” ujarnya, Kamis (25/9/2014).
Dikatakannya, aparat keamanan harus dapat memberi jaminan kepada masyarakat saat warga mengikuti konsultasi publik, sehingga tidak ada intimidasi di antara warga masyarakat.
Ia mengungkapkan, warga saat ini mengalami konflik sosial yang mengakibatkan sifat gotong royong dan toleransi di antara warga hilang. Contoh, ketika ada warga yang meninggal, warga yang memiliki pandangan berbeda terkait pembangunan bandara tidak bersedia melayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 7 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.