Polda DIY Tuduh Mahasiswa Demo Bawa Cairan Merica, Sema UGM: Itu Obat Maag
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan demonstrasi penolakan bandara Kulonprogo (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Harianjogja.com, KULONPROGO- Humas Wahana Tri Tunggal (WTT) Martono berdalih aksi yang dilakukan WTT Selasa (23/9/2014) lalu sebagai bentuk kemarahan terhadap aparat yang dianggap melarang warga masuk ke lokasi sosialisasi pembangunan Bandara Kulonprogo.
Dalam aksi tersebut mereka memblokade Jalan Daendels dengan batang pohon, batu-batu, dan membakar ban.
“Kalau masalah pohon punya siapa dan yang menebang siapa itu cuma aksi spontan WTT,” tegasnya, Kamis (25/9/2014).
Demikian pula dengan tindakan warga anggota WTT yang menghalang-halangi warga lainnya untuk datang ke tempat sosialisasi karena WTT terlebih dulu dihalang-halangi oleh aparat.
Soal gardu ronda yang dirusak, Martono menilai gardu ronda dibuat swadaya oleh warga, jika rusak yang memperbaiki juga warga secara swadaya lagi.
Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin menuturkan intolerasi muncul di antara masyarakat akibat pro kontra pembangunan bandara, kendati demikian aparat keamanan tidak semata-mata menindak dengan tegas karena tidak semua hal diselesaikan dengan hukum.
“Kalau seperti sekarang masih kami antisipasi dengan tindakan preventif, kami melihat aksi-aksi WTT selanjutnya karena yang kemarin itu baru sebagian dari aksi,” terangnya.
Ia memaklumi jika reaksi WTT sedemikian keras sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap suatu proses pembangunan. Tindakan hukum, imbuh Akbar, akan diambil jika tindakan yang dilakukan WTT sudah melewati batas dan benar-benar merugikan warga lainnya.
Sebelumnya, Kapolres Kulonprogo AKBP Johanes Setiawan Widjanarka mengatakan sesuai dengan kesepakatan, warga yang diizinkan mengikuti sosialisasi harus memiliki undangan dan bersikap tertib.
“Namun yang ada sekarang justru warga dari desa lain ingin ikut sosialisasi, padahal kemarin sudah ada jadwal sosialisasi di wilayah mereka, dan sebagian warga juga memaksa ingin masuk tempat sosialisasi padahal tidak membawa undangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 7 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.