BANDARA KULONPROGO : Kemenhub Siapkan Jalur Kereta Api ke Bandara Kulonprogo

Sabtu, 27 September 2014 07:40 WIB
BANDARA KULONPROGO : Kemenhub Siapkan Jalur Kereta Api ke Bandara Kulonprogo

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Penumpang kereta api Prameks relasi Kutoarjo-Jogja-Solo berdesakan di dalam kereta yang melaju menuju Solo, Sabtu (27/10). PT KAI Daop VI Yogyakarta mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan tiket perjalanan relasi Jogja-Solo dan diskon 50 persen untuk perjalanan relasi Kutoarjo-Solo PP sejak Kamis 25/10 hingga Minggu 28/10, kebijakan itu terkait dengan kecelakaan kereta Prameks relasi Solo Jebres-Kutoarjo di as jalan kilometer 155+1/0 timur Stasiun Maguwo, Kabupaten Sleman

Harianjogja.com, JOGJA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan turut menyiapkan pengembangan perkeretaapian untuk penyiapan bandara Internasional di Temon, Kulonprogo.

Direktur Jendral Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengungkapkan pihaknya akan turut menyiapkan pengembangan perkeretaapian untuk penyiapan bandara Internasional di Temon, Kulonprogo.

"Adapun pengembangan perkeretaapian perkotaan secara mendasar menjadi tanggungjawab dari daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Gubernur DIY," katanya, usai penandatanganan nota kesepahataman (MoU) pengembangan dan penyelenggaraan perkeretaapian DIY di Komplek Kepatihan Jogja, Jumat (26/9/2014).

Dana APBN menurutnya baru dapat masuk ke daerah untuk pengembangan setelah muncul keputusan presiden yang menugaskan perhubungan untuk membantu perkeretaapian di Jogja. Walikota Surabaya, katanya, telah mengawalinya dengan mengajukan ke Kementerian Perekonomian.

Karenanya ia tetap meminta Pemerintah Daerah DIY untuk menyiapkan perencanaan teknisnya dari rencana induk dan studi kelayakan. “Kalau sudah siap, kami bakal ajukan sehingga ada keputusan dari presiden,” katanya.

Pemda DIY bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) semula merencanakan kereta Trem untuk wilayah perkotaan.

Menurut Hermanto rencana itu masih perlu didetailkan kembali termasuk mengenai kelayakan jalurnya sesuai dengan median jalan atau melayang (elevate) monorail.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika DIY Budi Antono memastikan kelanjutan pengembangan perkeretaapian perkotaan itu dengan menganggarkan studi kelayakan pada APBD Perubahan 2014. Studi kelayakan ini akan dilakukan bersama Bappeda DIY dan UGM.

Pengembangan perkeretapiaan perkotaan itu menurutnya menjadi target dari Pemda DIY karena pada 2014 ini ditarget warga yang menggunakan angkutan perkotaan mencapai 9%. “Tapi sekarang baru 3 persen sehingga dibutuhkan angkutan tak hanya Trans Jogja,” ujarnya.

Terkait dengan pengembangan perkeretaapian untuk penyiapan bandara, ia mengatakan sebelum juga telah melakukan rapat dengan Dirjen Perkeretaapian dan PT Angkasa Pura mengenai teknisnya ke depan.

Ia mengatakan, kereta yang menuju bandara itu bukan sekadar untuk kereta penumpang melainkan juga barang. Sehingga perlu dibuat master plannya untuk memperjelas fungsi Stasiun Wojo di sisi barat dan Kedundang di sisi Timur.

“Diharapkan konsep awalnya sisi timur mengangkut orang atau barang sampai dari Madiun, dan barat dari Cilacap,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online