Harian Jogja Edisi Kamis Legi, 9 Oktober 2014 (JIBI/Harian Jogja/dok)
Harian Jogja Edisi Kamis Legi (9/10/2014)
KERACUNAN MIRAS : Tambah 5, Korban Miras Jadi 12
MAGELANG—Korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang sebelumnya tercatat tujuh orang kini bertambah menjadi 12 orang.
PROSTITUSI ONLINE : Jadi Mucikari via Facebook, Onge Dapat Rp4 Juta Sehari
SLEMAN—MMP alias Onge, 28, sarjana hukum sekaligus mahasiswa S2 salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja ditangkap polisi pekan lalu karena menjalankan bisnis prostitusi online.
PSS 2 – 0 PSGC : Menang, tapi Tak Memuaskan
SLEMAN—PSS Sleman menang 2-0 atas PSGC Galuh Ciamis dalam matchday kedua 8 Besar Divisi Utama 2014 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (8/10) malam. Kendati demikian, Pelatih PSS, Heri Kiswanto, mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, jika skuat berjuluk Super Elang Jawa tersebut masih memeragakan pola permainan layaknya semalam, sulit bagi mereka melaju ke Indonesia Super League (ISL) 2015.
AKTIVITAS WARGA : Kenduri Bebas Asap Rokok, Meludah Sembarangan Dilarang
Demi menjaga kesehatan, warga Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, membuat komitmen untuk tidak merokok dalam tiga kegiatan desa. Warga juga dilarang meludah di sembarang tempat. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Kusnul Isti Qomah.
PIMPINAN MPR : Koalisi Pendukung Prabowo Bertekad Menjadi Oposisi Aktif
JAKARTA—Koalisi Merah Putih (KMP) menang lagi atas Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Parlemen. Koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa itu menang dalam voting tertutup pemilihan pimpinan MPR, Rabu (8/10) pagi.
KEKERINGAN : 11 Desa Krisis Air
BANTUL—Para petani di 11 desa di Bantul krisis air akibat kemarau panjang sehingga ratusan orang di antara mereka bergotong royong membangun beronjong untuk mengalirkan air Sungai Progo ke lahan pertanian.
INVESTASI : Investor Bisa Ketakutan ke Indonesia
SEMARANG—Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan investor asing bisa ketakutan untuk masuk ke Indonesia karena melihat dinamika politik yang terjadi saat ini.
Ayo Kreasikan Urban Etnikmu!
Sesuatu yang berbau etnik biasanya identik kuno dan jadul. Alhasil, tak sedikit orang yang menganggap etnik berarti generasi tua berselera lama. Namun, tren telah berubah. Batik atau lurik yang awalnya dimarginalkan karena hanya dipakai saat acara-acara resmi, kini mulai digandrungi anak muda. Berikut laporan wartawan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Ika Yuniati & Gilang Jiwana.
Pembangunan Hotel : Warga Mengaku Terganggu
JOGJA-Sejumlah warga Kelurahan Pringgokusuman mengaku terganggu dengan adanya pembangunan hotel baru. Warga berharap jika sudah berdiri, pengelola hotel bisa peduli dengan sekitar
KESEHATAN WARGA : Sardjito Isolasi 2 Warga Bantul
BANTUL—Sebanyak dua warga Bantul diketahui terduga flu burung. Mereka kini diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Jogja.
PEMBANGUNAN BANDARA : Sultan Sebut Tak Ada Lokasi Alternatif
JOGJA—Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan tak ada lokasi alternatif untuk pembangunan bandara. Pernyataannya ini menanggapi aksi ratusan warga penolak bandara yang gagal menemuinya pada Selasa (7/10).
PEREDARAN NARKOTIKA : Punya Bos di Lapas, PKL Simpan Sekilo Ganja
SLEMAN—Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY menangkap Abdul Manaf, 41, seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro karena menyimpan ganja seberat 1,1 kilogram, pekan lalu. Ganja tersebut rencananya akan diedarkan kepada para calon pembeli dengan sistem tatap muka.
Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja edisi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga Rp2.000 di agen terdekat.
Selamat membaca. Harian Jogja, berbudaya, Membangun Kemandirian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: