Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Awan mendung menggantung di langit kota Yogyakarta seperti terlihat dari kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (17/01/2014). Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Yogyakarta (Pusat Gempa Regional VII) menyebutkan prospek cuaca di Yogyakarta pada 17-18 Januari 2014 umumnya hujan ringan anamun perlu diwaspadai terjadinya gelombang tinggi 2,5-3 meter.
Harianjogja.com, JOGJA-Kepolisian dan Pemerintah Kota Jogja masih belum menemukan solusi yang jitu untuk mengatasi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kota Jogja. Solusi jalur searah yang sudah diberlakukan ternyata masih menimbulkan masalah.
Masalah itu tentunya kesemrautan kendaraan seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, sejak diberlakukan jalur searah di Jalan C. Simanjuntak dan Jalan Prof. Yohanes, Jalan Jenderal Sudirman menjadi padat kendaraan. Kepadatan itu terlihat di Simpang Empat Galeria sampai Simpang Empat Gramedia, terutama pada pagi dan sore hari.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja Komisaris Polisi Sudaryo mengakui hal tersebut. Bahkan dia sudah mengusulkan kepada pemerintah agar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dibuat jalur dua arah.
"Kami dari kepolisian sudah usul Jalan Sudirman dua arah," kata dia, Sabtu (11/10/2014).
Selama ini, Jalan Jenderal Sudirman dari Simpang Galeria sampai Simpang Gramedia memang searah ke barat (arah Tugu). Namun diakui Sudaryo jika jalur tersebut tetap satu arah, kepadatan di Simpang Gramedia kian parah.
"Semua kendaraan tumpahnya di Simpang Gramedia setelah ada jalur searah di C Simajuntak dan Yohanes," papar Sudaryo.
Kendati demikian, Sudaryo mengaku masih mendiskusikan dengan pemerintah soal rencana dua arah di Jalan Jenderal Sudirman. Menurut dia, jalur searah di Jalan C. Simanjuntak dan Jalan Prof. Yohanes pun sampai saat ini masih dalam tahap evaluasi.
Sebelumnya Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Jogja AKP Nuning Sukarminingsih mengatakan, upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas masih dengan cara manual yaitu menempatkan personel kepolisian di jalur-jalur yang padat kendaraan. Upaya yang dilakukan dengan memberlakukan buka tutup jalan seperti yang rutin dilakukan setiap pagi (jam keberangkatan kerja dan sekolah) di Jalan Atmosukarto pada pukul 06.15 WIB-07.30 WIB.
"Kalau tidak buka tutup kendaraan sulit bergerak," ucap dia.
Menurut Nuning, jumlah kendaraan di Jogja terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan peningkatan ekonomi warga Jogja. Terlebih Jogja merupakan kota tujuan pelajar dan wisatawan dari berbagai daerah. Sementara, jalur-jalur yang tersedia belum mampu menampung kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banyumas dan Kota Ipoh Malaysia menjajaki kerja sama pengelolaan sampah melalui pertukaran teknologi dan konsep zero waste to money.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah mengungkap sembilan dugaan kejanggalan dalam proses hukum yang ditangani Kejaksaan Agung.
Donald Trump membuka peluang kesepakatan dengan Iran sebelum opsi militer diambil. Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz terus meningkat.
PM Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan 36 kendaraan lapis baja amfibi AWAV untuk Korps Marinir TNI dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Harga Pertamax turun mulai Agustus 2026, tetapi selisih hampir Rp6.000 per liter dengan Pertalite dinilai masih memicu migrasi ke BBM subsidi.