Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Meskipun perajin batik di Kecamatan Lendah kian berkurang, namun Desa Gulurejo dan Ngentakrejo, Lendah tetap dikenal sebagai sentra kerajinan batik di Kulonprogo.
Setidaknya terdapat belasan hingga 20-an perajin batik di wilayah tersebut. Batik yang diproduksi pun beraneka ragam, mulai dari motif batik klasik hingga geblek renteng yang menjadi khas Kulonprogo. Harga yang dibanderol pun memiliki kisaran bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
Sugirin, misalnya, pemilik Sembung Batik di Gulurejo, memulai usaha batik pada 2009 dengan bermodalkan Rp2,5 juta. Usahanya berkembang dengan mengembangkan jaringan dan kreativitas dalam produksi.
“Yang membedakan batik Sembung dengan lainnya adalah di teknik pewarnaan, kami menggunakan teknik pewarnaan gradasi,” ujarnya kepada Harianjogja.com beberapa waktu lalu.
Batik Sembung juga mempekerjakan 20 orang yang kebanyakan merupakan tetangga satu RT.
Pemasarannya pun tidak hanya di wilayah DIY, melainkan merambah ke daerah di Jawa lainnya hingga Sumatera dan Kalimantan.
Hingga Sri Lanka
Kain batik Kulonprogo ternyata juga merambah hingga ke Sri Lanka. Hal ini diakui Puryanto, pemilik Sinar Abadi Batik di Ngentakrejo, Lendah. Akhir tahun lalu ia melepas 200 lembar kain batik Kulonprogo terbang ke Sri Lanka.
“Memang ini baru lingkup Asia, tetapi menjadi awal batik Kulonprogo diterima secara global, bisa saja besok melangkah ke Eropa atau Amerika,” terangnya.
Perkenalan dengan konsumen asal Sri Lanka bermula saat orang tersebut tertarik dengan batik yang dipamerkannya dalam sebuah pameran pertengahan tahun ini. Konsumen itu pun memesan kain batik berbahan sari dengan panjang enam meter dan lebar 1,5 meter per lembar.
Harga yang dipatok pun tidak tanggung-tanggung, sekitar Rp1 juta untuk tiap lembarnya. Bahkan rencananya, konsumen tersebut berminat untuk memesan ribuan lembar di tahap kedua pembelian karena tertarik dengan batik lokal Kulonprogo.
“Motif yang dipesan ini memang bukan Geblek Renteng, tetapi yang jelas dari perajin lokal Kulonprogo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY membidik sekitar 200 titik di wilayah DIY untuk menggelar program bedah buku secara masif