Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Meskipun perajin batik di Kecamatan Lendah kian berkurang, namun Desa Gulurejo dan Ngentakrejo, Lendah tetap dikenal sebagai sentra kerajinan batik di Kulonprogo.
Setidaknya terdapat belasan hingga 20-an perajin batik di wilayah tersebut. Batik yang diproduksi pun beraneka ragam, mulai dari motif batik klasik hingga geblek renteng yang menjadi khas Kulonprogo. Harga yang dibanderol pun memiliki kisaran bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
Sugirin, misalnya, pemilik Sembung Batik di Gulurejo, memulai usaha batik pada 2009 dengan bermodalkan Rp2,5 juta. Usahanya berkembang dengan mengembangkan jaringan dan kreativitas dalam produksi.
“Yang membedakan batik Sembung dengan lainnya adalah di teknik pewarnaan, kami menggunakan teknik pewarnaan gradasi,” ujarnya kepada Harianjogja.com beberapa waktu lalu.
Batik Sembung juga mempekerjakan 20 orang yang kebanyakan merupakan tetangga satu RT.
Pemasarannya pun tidak hanya di wilayah DIY, melainkan merambah ke daerah di Jawa lainnya hingga Sumatera dan Kalimantan.
Hingga Sri Lanka
Kain batik Kulonprogo ternyata juga merambah hingga ke Sri Lanka. Hal ini diakui Puryanto, pemilik Sinar Abadi Batik di Ngentakrejo, Lendah. Akhir tahun lalu ia melepas 200 lembar kain batik Kulonprogo terbang ke Sri Lanka.
“Memang ini baru lingkup Asia, tetapi menjadi awal batik Kulonprogo diterima secara global, bisa saja besok melangkah ke Eropa atau Amerika,” terangnya.
Perkenalan dengan konsumen asal Sri Lanka bermula saat orang tersebut tertarik dengan batik yang dipamerkannya dalam sebuah pameran pertengahan tahun ini. Konsumen itu pun memesan kain batik berbahan sari dengan panjang enam meter dan lebar 1,5 meter per lembar.
Harga yang dipatok pun tidak tanggung-tanggung, sekitar Rp1 juta untuk tiap lembarnya. Bahkan rencananya, konsumen tersebut berminat untuk memesan ribuan lembar di tahap kedua pembelian karena tertarik dengan batik lokal Kulonprogo.
“Motif yang dipesan ini memang bukan Geblek Renteng, tetapi yang jelas dari perajin lokal Kulonprogo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Kejagung menetapkan Toba Pulp Lestari (INRU) sebagai tersangka korporasi dalam dugaan manipulasi ekspor dan transfer pricing 2008–2025.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diproyeksi melemah ke kisaran Rp17.640-Rp17.680 per dolar AS.
Mediator Timur Tengah, termasuk Qatar, menyiapkan elemen kesepakatan Iran-AS di tengah negosiasi jalur pelayaran Selat Hormuz.
BGN menutup 1.999 dapur SPPG pelaksana MBG karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.
Cuaca hari ini, BMKG mengingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara. DIY diprediksi cerah.