40 Penumpang Masih di KM Mutiara Sentosa II, Menunggu Evakuasi
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Harianjogja.com, BANTUL—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai kasus manipulasi data peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Bantul merupakan tindakan kriminal. Ia meminta pihak berwenang memidanakan pelaku manipulasi data. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/15/pembatalan-pengangkatan-tenaga-honorer-bantul-jadi-pns-diduga-karena-pemalsuan-data-544561">Pembatalan Pengangkatan Tenaga Honorer Bantul Jadi PNS Diduga karena Pemalsuan Data)
“CPNS yang memberikan data tidak benar, itu sudah pidana, tindak saja siapa takut,” tegas Sultan Selasa (21/10/2014) seusai meresmikan Kantor SAR DIY di Jalan Wates, Sedayu, Bantul.
Menurut Sultan, upaya memanipulasi data demi lolos seleksi CPNS tersebut merupakan bentuk tindak kriminal.
“Memalsukan data itu kriminal,” paparnya.
Bupati Bantul Sri Surya Widati menyatakan, pemeriksaan terhadap 200 lebih CPNS dilakukan setelah lembaganya mendapat instruksi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang meragukan kevalidan data para CPNS tersebut. Instruksi BKN itu keluar setelah lembaga tersebut menerima surat dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jogjakarta Government Watch (JGW) yang mempersoalan kebenaran verifikasi data honorer K2. Ida sapaan akrabnya menyatakan, dirinya tidak akan menandatangani SK PNS bagi honorer K2 yang terbukti memalsukan data.
“Enggak mau saya, bahaya. Nanti saya dipenjara kalau salah. Yang tanda tangan saya, tapi kalau ternyata datanya palsu bagaimana. Jadi lebih baik kami hati-hati,” terang Ida, Selasa (21/10/2014).
Ditambahkannya, Pemkab Bantul memilih bersusah-susah terlebih dahulu dengan melakukan verifikasi terhadap 200 lebih CPNS tersebut, daripada di kemudian hari mendapat gugatan karena menerbitkan SK PNS untuk pegawai yang memanipulasi data.
Selasa (21/10/2014) sedikitnya 50 guru dan pegawai honorer yang merupakan peserta CPNS mendatangi DPRD Bantul. Mereka adalah para CPNS yang telah lolos seleksi namun belum menerima NIP dari BKN serta SK PNS dari Pemkab Bantul.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul Suwandi menyatakan, puluhan CPNS itu meminta Dewan, Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul untuk memfasilitasi mereka bertemu otoritas BKN regional DIY yang berada di Jalan Magelang, Sleman. Mereka bermaksud menanyakan nasib mereka apakah bakal diangkat menjadi PNS atau tidak.
“Mereka ingin NIP dan SK mereka segera diserahkan,” terang Suwandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa
The Shawshank Redemption masih memimpin rating IMDb tertinggi sepanjang masa. Simak daftar 25 film terbaik versi jutaan pengguna IMDb.
Servis motor rutin membantu menjaga performa kendaraan. Simak komponen yang wajib dicek dan estimasi biaya servis bulanan.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Timnas Vietnam mendapat bonus Rp686 juta dari VFF usai menang 3-0 atas Indonesia dan semakin dekat ke semifinal Piala AFF 2026.