Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemanfaatan lahan untuk tanaman bawang merah di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo belum optimal. Persoalan pengairan, sarana infrastruktur, hingga pemasaran menjadi kendala.
Tercatat, baru 100 dari 215 hektare lahan yang ditanami bawang merah. Padahal, dari segi ekonomi tanaman tersebut mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp15 miliar dalam kurun waktu dua bulan.
Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Kulonprogo potensi bawang merah di wilayah tersebut cukup besar. Lahan 100 hektare mampu menghasilkan 2.000 ton bawang merah dengan nilai sekitar Rp20 miliar.
Sementara, rata-rata biaya produki per hektare sekitar Rp50 juta atau setara dengan Rp5 miliar untuk 100 hektare lahan.
Kades Srikayangan Aris Puryanto mengatakan pengairan menjadi kendala utama yang dihadapi petani bawang merah.
“Untuk mengairi lahan harus dilakukan dengan memompa air dari sungai yang dialirkan ke saluran irigasi, lalu dipompa lagi ke lahan pertanian,” jelasnya di sela-sela panen raya, Rabu (22/10/2014) sore.
Disebutkannya, saat ini tersedia tiga buah pompa yang bekerja secara bergantian untuk memenuhi kebutuhan air. Dua unit pompa hasil pinjaman dan satu unit pompa milik desa.
Permasalahan buruknya kondisi jalan yang membelah lahan pertanian juga dihadapi petani bawang. “Petani harus menambah biaya operasional karena harus mendatangkan kendaraan khusus yang bisa melewati jalan tersebut, apalagi jika musim hujan,” ungkap Aris.
Ia menuturkan, para petani juga menginginkan standardisasi harga, sehingga bisa menentukan harga yang tepat dan tidak dirugikan. “Petani, imbuhnya, berharap ada pendampingan dari dinas terkait dan bantuan modal.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan Srikayangan akan menjadi sentra penghasil bawang merah di Kulonprogo. Ia menilai, penanaman bawang merah merupakan kegiatan ideologis sebab para petani berusaha memerangi komoditas impor.
“Ini menunjukkan kemandirian dalam bidang ekonomi,” tegasnya.
Hasto mendukung perluasan lahan untuk meningkatkan jumlah bawang merah yang dihasilkan dari Srikayangan. Pada kesempatan yang sama, Pemkab menyerahkan bantuan dua unit pompa air untuk meringankan beban petani dalam mengelola pertanian.
“Kami berharap luasan penanaman bawang merah bisa bertambah, karena masih ada lebih dari 100 hektare yang belum dimanfaatkan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.
KDMP Bentangan Klaten menggaji dua pegawai Rp1,5 juta per bulan dari pendapatan operasional dengan omzet rata-rata Rp40 juta setiap bulan.
Jayden Adams meninggal dunia pada usia 25 tahun. Berikut profil, perjalanan karier, dan prestasi gelandang timnas Afrika Selatan itu.