AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Juara lomba karya desain busana batik khas Kulonprogo 2014 justru didominasi peserta dari luar Kulonprogo.
Hanya empat dari 20 pemenang yang berasal dari Kulonprogo, yakni Yosua Bangun Imantaka dari Wates (juara II kategori Busana Kerja Pria), Tri Budiyati dari Lendah (juara III kategori Busana Kerja Pria), Okta S Nugroho (juara IV kategori Busana Kerja Pria), dan Rina Afriyani dari Temon (juara V kategori Busana Casual Pria).
Sisanya, untuk pemenang kategori Busana Kerja Wanita dan Busana Casual Wanita diraih oleh pemenang yang berasal dari Jogja, Sleman, dan Klaten.
Pada awal pelaksanaan lomba berlangsung terdapat 107 orang yang terdaftar sebagai peserta lomba dan perlahan menyusut sesuai dengan tahapan lomba.
Babak final telah diadakan di Java Grand Ball Room Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel Yogyakarta, Sabtu (18/10/2014).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM (Disperindag ESDM) Kulonprogo Niken Probo Laras tidak mempersoalkan pemenang yang didominasi dari luar Kulonprogo.
"Lomba ini tingkat nasional, tidak masalah pemenangnya dari mana, yang penting memberikan kontribusi untuk Kulonprogo," ujarnya, Kamis (23/10/2014).
Diungkapkannya, pelaksanaan lomba sengaja tidak dilakukan di Kulonprogo dengan pertimbangan supaya Kulonprogo tampak di dunia luar. "Jadi kami memilih di Jogja namun yang diusung tetap kekhasan Kulonprogo," terangnya.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Daerah (Dekranasda) Kulonprogo Dwikisworo Setyowireni menuturkan tujuan dari lomba ini untuk melestarikan seni budaya batik serta memperkenalkan Batik Geblek Renteng agar dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, melalui lomba dapat menggali ide dan kreativitas masyarakat, serta meningkatkan kecintaan terhadap batik. "Selain itu juga dapat memperbanyak khasanah batik di Kulonprogo," imbuhnya.
Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus ketua tim juri Lia Mustafa mengaku bangga dengan Lomba Karya Desain Busana Batik Khas Kulonprogo 2014, karena diikuti oleh desainer muda dari Kulonprogo, DIY dan sekitarnya.
“Dan ini yang sangat membanggakan kami, animo generasi muda sangat tinggi untuk ikut melestarikan budaya bangsa” kata Lia.
Menurutnya, dengan bermacam tema dan warna busana bermotif geblek renteng ternyata mampu memberikan kesan batik geblek renteng pun bisa dikemas dalam sebuah karya busana yang menarik, inovatif dan elegan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
BNPB mencatat 1.730 bencana melanda Indonesia hingga 7 September 2026, berdampak pada 111.533 rumah serta ribuan fasilitas publik.
DPR menyetujui anggaran Kemenkeu 2027 sebesar Rp49,80 triliun dengan sejumlah program dan kewajiban pelaporan kinerja tiap triwulan.
Jadwal Liga Champions 2026/2027 matchday 1, termasuk Real Madrid vs Inter Milan yang live SCTV pada Rabu 9 September pukul 02.00 WIB.
DPR menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara senilai Rp370,62 miliar melalui mekanisme lelang.
Pemkot Jogja menguji penutupan sirip Malioboro secara bertahap. Akses warga, difabel, dan lansia menjadi perhatian sebelum kebijakan diterapkan.