AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
(JIBI/Solopos/Septhia Ryanthie) Siswa SDN Tlogolele 2, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, mengikuti ujian sekolah/madrasah (USM) di sekolah setempat, Senin (19/5/2014).
Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan orangtua murid SDN 3 Sungapan Desa Tirtorahayu Kecamatan Galur mengadu ke komisi IV DPRD Kulonprogo, Kamis (23/10/2014).
Bersama dengan komite sekolah dan tokoh masyarakat, warga yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Peduli Anak-anak Sungapan (Kompas) mendatangi gedung DPRD Kulonprogo untuk menentang rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo melakukan regrouping atau penggabungan SDN 3 Sungapan.
Mereka ingin sekolah yang memiliki total murid 42 anak itu dipertahankan karena berbagai alasan.
Kepala Dusun XIV Tirtorahayu Ngadimin menuturkan maksud kedatangan warga sebagai dampak dari penutupan SDN Wahyuharjo di Kecamatan Lendah yang hanya berjarak 200 meter dari SDN 3 Sungapan.
“Para siswanya dialihkan ke SD Muhammadiyah Maesan Lendah yang jaraknya cukup jauh,” ujarnya.
Hari ini, kata dia, siswa SDN Wahyuharjo diarahkan untuk mendaftar ke SD Muhammadiyah Maesan.
Dijabarkannya, berdasarkan hasil pertemuan dengan Disdik beberapa waktu lalu, muncul wacana SDN 3 Sungapan juga akan ditutup.
“Kami ingin SDN 3 Sungapan tidak ditutup, karena kalau ditutup SD yang lain jarakanya jauh, dan semisal digabung juga harus jelas sehingga tidak menyulitkan orangtua murid,” terangnya.
Komite Sekolah Suyatno berharap SDN 3 Sungapan dipertahankan karena sekolah tersebut diakses oleh warga yang berada di empat dusun. “SD itu sangat diperlukan, kami minta dipertahankan,” kata Suyatno.
Halimah, salah satu orangtua murid SDN 3 Sungapan, mengaku khawatir jika sekolah ditutup, sebab ia akan disibukkan dengan mengantar anak sekolah di lokasi yang jauh.
“Pekerjaan saya cuma buruh, kalau hanya untuk antar jemput anak nanti waktunya habis dan tidak bisa bekerja, sementara di SDN 3 Sungapan, anak saya berangkan dan pulang sekolah sendiri karena dekat dengan rumah,” urai warga Sungapan ini.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Upiyo Al Hasan mengungkapkan sampai saat ini dewan belum mendapat penjelasan dari Disdik terkait persoalan ini.
“Masukan masyarakat akan kami tampung dan dalam waktu dekat kami akan memanggil Dinas Pendidikan untuk klarifikasi,” ujarnya.
Tidak menutup kemungkinan, imbuh dia, perwakilan komite sekolah juga akan dipertemukan dengan Disdik sehingga persoalan jelas dan menemui titik terang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
PBB Gunungkidul jatuh tempo 30 September 2026. Sebanyak 31 kalurahan sudah lunas, warga diminta membayar agar terhindar dari denda.
Jokowi memanggil Astrid Widayani dan Muhammad Bilal. Pertemuan membahas perkembangan PSI Solo, penguatan struktur hingga agenda di Jateng.
Puan Maharani mendukung usulan Prabowo menambah anggaran mitigasi bencana selama alokasi tersebut memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali menunjukkan semangat juang tinggi pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang
Febrie Adriansyah diperiksa Tim 9 Kejagung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan TPPU terkait penanganan perkara PT ASABRI.