Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Ratusan perwakilan pemuda dari setiap provinsi di Indonesia berdatangan ke Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Minggu (26/10/2014).
Mereka akan mengikuti serangkaian acara Jambore Pemuda Indonesia (JPI) hingga 2 November mendatang.
“Sejak Sabtu [25/10/2014] sore kemarin, sudah ada yang datang satu kelompok. Sisanya akan datang hari ini secara bertahap sampai malam,” kata Slamet Latanggang, Ketua Bidang Acara JPI, Minggu siang.
Slamet memaparkan, masing-masing provinsi mengirimkan 20 orang pemuda pilihannya. Beberapa pemuda perwakilan ASEAN juga akan turut membaur bersama.
“Sampai siang ini sudah ada 17 kelompok yang datang. Kami juga masih menunggu perwakilan dari ASEAN,” papar Slamet.
Slamet menambahkan, seluruh kegiatan JPI dirancang untuk menumbuhkan proses interaksi, dialog, kerja sama, dan pemecahan masalah bersama.
“Kami harap, para pemuda yang berbeda latar belakang, kelompok, golongan, suku, agama, dan etnis ini bisa saling mengenal dan memahami,” terangnya.
JPI juga bertujuan mewujudkan pemuda yang mampu mengembangkan diri melalui proses interaksi antar budaya lokal. “Pemuda diharapkan bisa menerima perbedaan dan menjadikannya sebagai kekuatan bersama untuk membangun bangsa,” kata Slamet kemudian.
Seluruh fasilitas mulai dari tenda peserta hingga kamar mandi semipermanen telah disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta. “Semua perlengkapan sudah siap. Kebutuhan air juga tidak ada masalah,” ungkap Sudarmin, anggota Bidang Perlengkapan JPI.
Sudarmin mengatakan, setiap tenda akan diisi oleh peserta dari tiga provinsi. “Jadi akan ada pembauran. Itu ada kaitannya dengan Bakti Pemuda Antar Propinsi (BPAP) yang akan digelar setelah JPI,” imbuhnya kemudian.
JPI menjadi salah satu kegiatan yang memeriahkan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2014. “Rutin setiap tahun. Tahun kemarin diadakan di Banjarmasin, Kalimantan Timur,” kata Sudarmin.
Sementara itu, BPAP sendiri akan dilangsungkan pada 2-27 November 2014. “Setelah ikut JPI, peserta tidak langsung pulang ke daerahnya, tapi menuju masing-masing daerah tujuan BPAP di seluruh Indonesia untuk meningkatkan wawasan pemuda,” ucap Sudarmin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.