Kebo Bule Keraton Solo Geladi Kirab 1 Sura, Ada yang Ngambek
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Monumen perjuangan TNI Angkatan Udara di Dusun Ngoto, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon Bantul menjadi salah satu tempat primadona bagi kalangan anak sekolah. Selain lokasinya tenang dan nyaman, di museum ini siswa sekolah dapat belajar sejarah perjuangan nasional. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harianjogja.com, Endro Guntoro.
Berbeda dengan museum Adisutjipto yang menampilkan ragam pesawat terbang, Monumen Ngoto, begitu lokasi ini biasa disebut, menjadi tempat disemayamkannya dua jenazah pahlawan nasional.
Marsda TNI (Anu) Agustinus Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh. Monumen Ngoto lebih spesifik mengenalkan kiprah keduanya pada zaman merebut kemerdekaan Indonesia.
Di tengah perkampungan, monumen yang baru dibangun dua kali sejak dirintis pada 1 Maret 1948, yakni di 1980 dan 29 Juli 2000, ini merupakan titik jatuh dari awak pesawat jenis C-47 Dacota pada 29 Juli 1947.
Pesawat itu dipiloti dua komodor muda udara, Adisutjipto dan Abdulrahman Saleh serta opsir muda udara 1 Adisumarmo Wiryokusumo.
Mereka saat itu menjalankan misi kemanusiaan membawa obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Indonesia. “Kemudian ditembak Belanda dan terjatuh di sini [Ngoto],” ucap Kapten Tek Edy Purwanto, perwira yang ditugaskan Dispen Mabes TNI AU sebagai pemandu Monumen Ngoto, Kamis (23/10).
Pemandu lulus pendidikan khusus ini menjelaskan banyak nilai sejarah secara detail di monumen perjuangan TNI AU di Ngoto. Salah satunya, rencana penyerangan perebutan kemerdekaan Indonesia yang cukup penting diketahui setiap pengunjung.
Perwira yang pernah pernah bertugas di Madiun, Jawa Timur ini tidak hanya menjelaskan seputar peristiwa yang dialami Adisutjipto, Saleh dan Adisumarmo.
Dia juga menjelaskan seisi monumen seperti potongan ekor pesawat Dakota yang dipasang di pintu masuk serta komitmen TNI AU dalam pengabdian terhadap bangsa dan negara.
Reischa Pratiwi, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bantul, dan Dini, murid Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Jogja, mengaku senang berkunjung ke Monumen Ngoto. “Berbeda dengan hanya belajar dari buku. Datang langsung bisa belajar lebih detail,” ujar Dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Blunder Koulibaly dan gol Haaland bawa Norwegia lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalahkan Senegal 3-2. Cedera kiper Senegal
Penelitian terbaru menemukan aktivitas fisik rutin dapat meningkatkan IQ anak hingga 4 poin dan mendukung perkembangan otak secara optimal.
Tantri Kotak mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh teman dekat. Total kerugian para korban disebut mencapai hampir Rp10 miliar.
Marc Marquez menang di MotoGP Brno 2026 dan memangkas jarak klasemen. Bezzecchi kehilangan momentum, sementara Ai Ogura mencuri perhatian Aprilia.
HP Android terasa lemot dan memori cepat penuh? Ketahui fungsi cache serta cara aman membersihkannya agar performa ponsel tetap optimal.