Ini Cara Anak Gunungkidul Suarakan Antikekerasan

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Selasa, 28 Oktober 2014 08:20 WIB
Ini Cara Anak Gunungkidul Suarakan Antikekerasan

Pengunjung membawa poster saat melakukan aksi anti kekerasan anak di car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (11/5/2014). Aksi tersebut juga menghimbau orang tua agar memperhatikan keselamatan anak. (JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-SOS Children’s Village menunjukkan anak-anak pun bisa menunjukkan prestasi salah satunya dengan mengadakan Gelar Budaya Anak Se-Gunungkidul.

Fasilitator dari SOS Children’s Village Dede Apriyanto mengatakan, kegiatan gelar budaya yang digelar Sabtu (25/10/2014) lalu sekaligus peringatan ulang tahun sanggar anak Garu Luku ke-empat. Kegiatan itu, lanjut dia, diikuti 175 anak dari 16 sanggar serta forum anak se-Gunungkidul di Sanggar Garu Luku, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari.

“Kami menampilkan berbagai seni budaya bertemakan Berbudaya Antikekerasan,” ujar dia kepada Harianjogja.com, Senin (27/10/2014).

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga untuk sosialisasi kegiatan anak untuk mengetahui kearifan masing-masing daerah dalam
mengatasi masalah. Diharapkan, akan ada saling belajar dari acara tersebut.

Ketua Forum Anak Gunungkidul Gilang mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ajang sosialisasi antikekerasan terhadap anak.
Menurut dia, di berbagai wilayah masih ditemukan kasus kekerasan terhadap anak.

“Kami juga menggelar bazar hasil produksi usaha kelompok ekonomi produktif wali sanggar di berbagai desa dampingan,” ujar dia.

Ia mengatakan, ada lima desa yang menjdi target pengembangan SOS Children’s Village. Di antaranya Desa Jetis, Kecamatan Saptosari dengan ceriping pisang, rengginang ketan, taro pisang, dan ceriping ketela. Ada pula Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari yang menampilkan brownis mocaf dengan aneka rasa, peyek jingking, ceriping ulva, peyek udang, peyek rebon, serta tepung mocaf.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online