Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Mobilitas Afda Taksi di Kulonprogo masih rendah. Belum adanya ketergantungan masyarakat di Kulonprogo pada armada taksi disinyalir menjadi penyebabnya.
Dari 10 armada taksi yang tersedia, hanya dua unit yang beroperasi dan stand by di Kulonprogo. Sisanya, beroperasi di Jogja dan Sleman.
Dari pantauan, Afda Taksi yang sudah beroperasi sejak sebulan lalu tak nampak di titik lokasi pangkalan yang ditentukan, yakni, RSUD Wates, Stasiun Wates, serta Terminal Wates.
Justru Afda Taksi seringkali terlihat di wilayah bundaran UGM, Selokan Mataram, Jalan Sudirman Jogja, dan sebagainya.
Direktur Afda Taksi Sapto Raharjo mengakui pemasaran Afda Taksi di Kulonprogo belum gencar sehingga peminatnya justru berasal dari luar Kulonprogo.
“Mungkin juga karena tingkat konsumsi masyarakat di Kulonprogo tidak sebesar masyarakat Jogja dan Sleman sehingga mereka juga masih pikir-pikir untuk menggunakan taksi kalau tidak perlu sekali,” terangnya, Selasa (28/10/2014).
Ia menyebutkan, rata-rata dalam sehari Afda Taksi menerima panggilan 10 sampai 11 kali dari penumpang yang berada di DIY, namun penumpang dari Kulonprogo hanya berkisar dua atau tiga orang.
Ia memaparkan kebanyakan tujuan penumpang taksi dari Kulonprogo ke arah timur [Jogja dan Sleman] sehingga hal itu menjadi salah satu penyebab Afda Taksi menumpuk di wilayah tersebut. Adapun penumpang taksi yang menuju arah barat [Kutoarjo dan Purworejo] jarang.
Kendati demikian, Sapto menilai keberadaan Afda Taksi diterima masyarakat. Hampir sebulan beroperasi terjadi peningkatan jumlah panggilan armada yang menandakan Afda Taksi dikenal masyarakat.
Ia menguraikan, pada minggu pertama tidak ada panggilan pemesanan taksi, namun memasuki minggu kedua, mulai muncul panggilan dan meningkat pada minggu ketiga yang mencapai 10 panggilan per hari.
Menurutnya, keberadaan taksi di Kulonprogo sesuai dengan keinginan Bupati Kulonprogo yang bermaksud untuk menarik perhatian investor dari luar.
“Seiring dengan pembangunan bandara di Kulonprogo maka investor juga perlu tahu bahwa ada taksi yang beroperasi di Kulonprogo,” imbuh Sapto.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menuturkan keberadaan taksi di Kulonprogo menunjang pembangunan megaproyek yang mulai berjalan. “Perlahan-lahan jumlahnya akan bertambah, yang terpenting masyarakat tahu ada taksi di Kulonprogo,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
KPK merespons pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi terkait Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dan mengajak publik menghormati proses hukum.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan mulai pukul 05.00 WIB.
KH Zulfa Mustofa siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU jika mendapat amanah dari PWNU dan PCNU menjelang Muktamar NU ke-35.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.