Kekeringan di Bantul Semakin Parah

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Senin, 03 November 2014 18:20 WIB
Kekeringan di Bantul Semakin Parah

(JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Harianjogja.com, BANTUL- Kekeringan yang dialami warga di Bantul semakin parah dan meluas. Warga harus berjalan kaki hingga tiga kilo meter untuk mendapatkan air bersih.

Kekeringan tidak hanya melanda Kecamatan Imogiri, Pandak, Piyungan dan Dlingo yang memang rutin terjadi kekeringan parah setiap tahunnya.

Kekeringan kini melanda Kecamatan Kasihan terutama yang berbatasan dengan wilayah Gamping, Sleman.

Dusun Donotirto Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan merupakan salah satu wilayah yang mengalami kekeringan parah. Udi Utomo, 63, warga RT 8 Dusun Donotirto ditemui Senin (3/11/2014) mengungkapkan, sejak dua bulan terakhir ia harus berjalan kaki sejauh tiga kilo meter untuk mendapatkan air bersih di Dusun Kanigoro yang masuk Kecamatan Gamping, Sleman.

"Di sini sumur-sumur sudah tidak ada air. Satu-satunya sumur yang masih ada air dan paling dekat ya di Gamping itu," ungkap Udi.

Bagi warga yang memiliki kendaraan, biasanya mengangkut air menggunakan sepeda motor. Menurut Udi, sedikitnya terdapat 55 kepala keluarga di RT 8 yang terdampak krisis air.

Data yang dihimpun Harianjogja.com, tercatat empat RT di dusun ini yang diilanda kekeringan. Yaitu RT 8, 9, 7 dan RT 5. Senin (3/11/2014) siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan lima tangki air ke wilayah ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis