Wow, Selama September Ekspor Barang DIY Melonjak 18,64%

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 06 November 2014 13:40 WIB
Wow, Selama September Ekspor Barang DIY Melonjak 18,64%

Ilustrasi aktivitas ekspor melalui pelabuhan (JIBI/Bisnis Indonesia/Andi Rambe)

Harianjogja.com, JOGJA—Nilai ekspor barang asal DIY yang dikirim melalui sejumlah pelabuhan di Indonesia selama September 2014 tercatat sebesar US$25.3 juta. Jumlah naik sebesar 2,18% dibanding Agustus sebesar US$24.8 juta.

“Dibandingkan September 2013, nilai ekspor September 2014 mengalami kenaikan sebesar 18,64 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto di BPS DIY, Rabu (5/11/2014).

Dijelaskan Bambang, tercatat tiga besar negara tujuan utama ekspor barang dari DIY selama Agustus 2014. Untuk tujuan Amerika Serikat, total nilai ekspor mencapai US$10.5 atau 41,47% dari nilai total ekspor barang. Sementara, total nilai ekspor ke Jerman sebesar US$2.9 juta (11,49%) dan Jepang dengan total nilai US$1.8 juta (7,19%).

“Dari sepuluh besar negara tujuan ekspor, nilai ekspor terendah ke Uni Emirat Arab senilai US$408.653 atau 1,61 persen saja,” sambung Bambang.

Peningkatan nilai ekspor barang dari DIY selama September 2014 disebabkan oleh bertambahnya permintaan barang enam dari negara tujuan utama. Bahkan tiga negara di antaranya, lanjut Bambang, nilai ekspor meningkat diatas 75%. Ekspor tujuan Kanada misalnya, permintaan naik sebesar 95,25%, Prancis (78,23%) dan Uni Emirat Arab (507,36%).

Disinggung soal komoditas utama ekspor DIY, Bambang mengatakan, produk pakaian jadi bukan rajutan yang mencapai 37,05% diikuti perabot, penerangan rumah sebesar 12,89% dan barang-barang dari kulit sebesar 11,82%.

“Nilai ekspor terendah sebesar 1,97 persen adalah komoditas jerami atau bahan anyaman,” katanya.

Kepala Disperindagkop dan UMKM DIY Riyadi Ida Bagus menjelaskan, produk-produk kerajinan asal DIY memang banyak diburu pembeli dari luar negeri. Pembeli terbesar yang menjadi tujuan ekspor produk kerajinan DIY adalah Amerika Serikat (AS). Produk kerajinan yang paling diminati meliputi perhiasan, aksesori, kulit dan kerajinan mabel.

“Untuk produk kulit dari berbagai jenis satwa pada April lalu, misalnya, bisa terjual hingga Rp6 miliar,” kata Riyadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online