Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Beberapa pekerja sedang memperbaiki Jembatan Saren yang menghubungkan Dusun Saren dan Dusun Babadan di Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (6/11/2014). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Harianjogja.com, SLEMAN—Perbaikan Jembatan Saren di Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman membuat pengguna jalan tidak dapat melintas sementara waktu. Meskipun sudah dipasang rambu larangan melintas di persimpangan sebelum jembatan, masih ada warga yang nekat, sehingga harus putar balik.
Lusia, 60, warga Babadan, Wedomartani, Ngemplak mengatakan, banyak orang yang kecele karena tidak menghiraukan rambu penutupan jembatan.
“Padahal di sana sudah ada tanda, tapi tetap banyak yang tidak percaya sehingga harus putar balik,” kata Lusia yang tinggal di dekat Jembatan Saren, Kamis pagi.
Lusia memaparkan, Jembatan Saren menjadi jalan pintas ke Jalan Kaliurang dan Jalan Solo.
“Rata-rata ke Jakal [Jalan Kaliurang]. Kalau mau ke Jalan Magelang juga harus lewat Jakal dulu,” ujarnya kepada Harianjogja.com.
Jembatan Saren menghubungkan Dusun Saren dengan Dusun Babadan yang ada di wilayah Desa Wedomartani. Akibat sering dilalui kendaraan berat, jembatan tersebut ambrol pada Juli 2014 lalu.
“Seingat saya itu perbaikannya mulai 24 Oktober,” ungkap Lusia kemudian.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman, Mirza Anfansury mengatakan, perbaikan Jembatan Saren ditargetkan selesai pada akhir Desember 2014.
“Tapi kemungkinan akhir November ini sudah selesai. Nanti sudah sekalian diaspal,” kata Mirza, Kamis siang.
Perbaikan jembatan sepanjang lima meter tersebut menggunakan dana sekitar Rp200 juta yang sudah diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014.
“Karena anggarannya di bawah Rp200 juta, sehingga proyek perbaikannya bisa langsung dilakukan tanpa perlu lelang,” katanya kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.