Erupsi Anak Krakatau Batalkan 5 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Harga cabai di pasaran seakan mencekik leher. Di Pasar Wates Kulonprogo, satu kilogram cabai merah keriting melonjak hingga Rp50.000 per kilogram.
Selain kelangkaan komoditas cabai di tingkat petani, wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi pemicu lonjakan harga.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com Rabu (12/11/2014), satu kilogram cabai merah keriting dijual seharga Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram, padahal satu bulan lalu komoditas yang sama hanya dijual Rp6.000 per kilogram.
Untuk cabai rawit setan mengalami peningkatan harga hingga empat kali lipat, dari Rp9.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, cabai rawit hijau dijual seharga Rp32.000 dari Rp12.000 per kilogram, dan harga cabai hijau keriting menjadi Rp24.000 dari Rp12.000 per kilogram.
Wasirah, 61, pedagang, mengeluhkan kenaikan harga cabai di pasaran yang berdampak pada pendapatannya. “Biasanya lima kilogram cabai laku terjual dalam sehari, tetapi sekarang sudah dua hari belum juga habis,” ujarnya, Rabu (12/11/2014).
Dikatakannya, pembeli memilih untuk mengurangi konsumsi cabai karena harga mahal dan mengalihkan uangnya untuk membeli kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Menurutnya, kenaikan harga cabai merah keriting sudah berlangsung kurang lebih satu bulan dan bertahap, dimulai dari Rp30.000, Rp35.000, Rp40.000, hingga Rp45.000 sampai Rp50.000 per kilogram.
Selain kelangkaan komoditas di petani, Wasirah menilai wacana kenaikan BBM menjadi penyebab harga-harga melonjak.
Ia mengatakan, harga angkutan umum yang disewa untuk berbelanja bahan sudah naik, sekalipun harga BBM belum mengalami peningkatan. Mau tidak mau, tuturnya, pedagang harus ikut menaikkan harga jual supaya tidak rugi.
“Saya biasa carter colt untuk kulakan Rp250.000, tetapi sekarang sudah Rp330.000,” tambah Wasirah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Penumpang KA Daop 6 naik 24% dalam sepekan. KAI menambah dua perjalanan dari Solo dan Jogja menuju Jakarta.
Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini akan world premiere di TIFF 2026. Film ini terinspirasi lanskap Bromo dan kisah perempuan.
BMKG mengungkap kebutuhan anggaran untuk peralatan, pemeliharaan, edukasi, hingga komunikasi data dalam memperkuat peringatan dini bencana.
Anggota DPR RI Iman Sukri meminta pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda dioptimalkan dan area pencarian diperluas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.