Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Desa Triharjo di Kecamatan Sleman meraih juara pertama dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2014. Atas prestasi tersebut, Triharjo akan mewakili Sleman dalam Lomba Desa Tingkat DIY Tahun 2015 mendatang.
Keunggulan potensi 12 padukuhan mampu menarik hati dewan juri yang terdiri dari perwakilan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.
“Sebelumnya, kami memenangkan Lomba Desa Tingkat Kecamatan Tahun 2013. Tahun depan, kami akan maju untuk ke provinsi,” kata Kepala Desa Triharjo, Irawan, Jumat (14/11/2014).
Irawan memaparkan, penilaian lomba desa dilakukan secara menyeluruh, baik dari segi administrasi kelembagaan hingga kualitas pelayanan. “Termasuk kegiatan dan potensi apa yang dimiliki warga,” ungkapnya.
“Misalnya kemarin kami menonjolkan potensi kelompok batik dari Padukuhan Murangan VIII, pengolahan sampah di Padukuhan Temulawak, dan pos paud [pendidikan anak usia dini] di Padukuhan Krapyak,” imbuh Irawan kemudian.
Meski demikian, sembilan padukuhan lain juga turut berpartisipasi menampilkan potensi masing-masing. “Saya rasa, semangat dan antusiasme warga menjadi kunci utama dari setiap prestasi desa kami,” ujar kades berusia 36 tahun tersebut.
Menurut Irawan, pihaknya tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengembangkan potensi desa. Lokasi desa yang jumlah penduduknya mencapai sekitar 16.000 tersebut dinilai cukup strategis. Kebutuhan warga relatif mudah didapatkan, begitu juga dengan pemenuhan fasilitas layanan publik.
Tujuh tahun mendampingi dan melayani warga melalui jabatan kepala desa, membuat Irawan sudah cukup mengenal dan memahami kondisi warga, wilayah, maupun potensinya.
“Kami fokus meningkatan kemauan dan kemampuan warga. Kalau soal fasilitas dan sarana prasarana pendukung, di sini relatif mudah pengadaannya,” kata Irawan.
Sementara itu, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Triharjo, Ika Widianingsih mengungkapkan, setidaknya terdapat 16 prestasi lain yang diraih warga Desa Triharjo dalam empat tahun terakhir.
“Misalnya tahun ini juara pertama lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga [UP2K] tingkat kabupaten,” kata Ika.
“Selain itu, kami juga memenangkan beberapa lomba memasak, PIK-R [Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja], pembawa acara Bahasa Jawa, dan masih banyak lainnya,” ucap Ika menambahkan.
Segudang prestasi itu tidak membuat Irawan dan Ika puas begitu saja. “Masih banyak hal yang harus ditingkatkan kalau mau bersaing di tingkat provinsi. Misalnya saja, kami harus menyiapkan dan mematangkan BUMDes [Badan Usaha Milik Desa],” ungkap Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.