PILKADA 2015 : Diprediksi Lebih Panas, Mengapa?

Uli Febriarni
Uli Febriarni Minggu, 16 November 2014 21:20 WIB
PILKADA 2015 : Diprediksi Lebih Panas, Mengapa?

Harianjogja.com, JOGJA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY memprediksi Pilkada 2015 akan berlangsung lebih panas dibanding pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Komisioner Bawaslu Divisi Penindakan Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih yang akrab disapa Cici, mengatakan kedekatan emosional antara calon kepala daerah dan rakyat berpotensi memunculkan beragam pelanggaran. Kedekatan tersebut lebih tinggi dibanding kedekatan rakyat dengan calon pilpres maupun pileg.

"Potensi pelanggaran lebih tinggi karena tensinya juga tinggi," jelas Cici, Sabtu (15/11/2014).

Cici mengaku pihaknya telah memetakan beberapa titik rawan pelanggaran pilkada. Pelanggaran tersebut di antaranya, potensi pelanggaran pada masa kampanye, penggunaan fasilitas umum, negara untuk pemasangan alat peraga kampanye, dan konvoi kampanye yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan umum, serta mobilisasi pemilih.

Terkait mobilisasi pemilih, menurut Cici kerawanan potensial terjadi karena pilkada hanya digelar di tiga kabupaten, yakni Bantul, Sleman dan Gunungkidul.

"Padahal pencatatan kependudukan masih belum begitu baik. Kami mewaspadai potensi munculnya pemilih ganda," terangnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu DIY Muhammad Najib, menyebutkan, pilkada kali ini berbeda dengan sebelumnya. Ada pilkada yang harus digelar sebanyak dua kali, yakni 2015 dan 2018.

"Ada konsekuensi masa yang harus diperpendek. Selain itu ada banyak ketentuan dan tugas yang kemudian berubah," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis