500 Perupa Pamerkan Karya di Nandang Srawung TBY

Arief Junianto
Arief Junianto Senin, 17 November 2014 14:20 WIB
500 Perupa Pamerkan Karya di Nandang Srawung TBY

PAMERAN PATUNG INDONESIA Sebuah karya berupa patung terpajang pada pameran Ruang -Ruang Kecil di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (20/3). Pameran itu menggelar puluhan patung karya seniman Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pematung Indonesia (API) Yogyakarta. ANTARA FOTO/Regina Safri/

Harianjogja.com, JOGJA—Banyaknya jumlah perupa di DIY memunculkan dinamika iklim berkesenian. Semua bidang seni rupa, mulai seni lukis, patung, grafis, mural, hingga desain dan multimedia, tumbuh subur di semua kantong seni Jogja.

Meski sangat membanggakan, namun hal ini membuka kemungkinan terjadinya pengkotak-kotakan seni rupa. Tak jarang, para perupa hanya bersedia menghadiri pameran yang sesuai bidangnya. Jika dibiarkan, hal ini akan memperlebar jarak antarperupa.

Berawal dari hal itulah, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) berinisiatif menggelar pameran bersama yang mampu mewadahi semua bidang seni rupa. Dalam pameran bertajuk Rupa-Rupa Seni Rupa yang digelar di kompleks TBY, mulai 17-26 November 2014, pengelola TBY mengundang 500 orang perupa untuk ikut berpameran.

"Pameran ini yang pertama di Jogja. Pameran ini melibatkan 500 orang perupa dari berbagai bidang seni rupa," ujar Anton Widodo, Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni Budaya TBY saat jumpa pers di Gedung Societet TBY, Sabtu (15/11/2014).

Ia menuturkan, sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang dan eksistensi seni budaya di DIY, pihaknya merasa perlu untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi seniman untuk berkarya dan memamerkan karyanya. "Karena masih banyak seniman yang belum sanggup menggelar pameran tunggal," imbuhnya.

Ketua Panitia Pameran Suharyatno menuturkan, selain sebagai ajang unjuk karya, pameran tersebut juga merupakan momentum untuk menyatukan kembali para perupa DIY. Itulah sebabnya, pihak panitia dan 10 orang narasumber sepakat memilih Nandur Srawung sebagai tema besar dalam pameran.

"Jujur saja, banyak perupa muda sekarang yang tidak kenal dengan perupa senior yang sudah sepuh dan masih tetap berkarya," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online