Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Meski hujan mulai turun dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari ini, namun sejumlah wilayah di Kulonprogo masih membutuhkan pasokan air bersih. Laporan permintaan air masih saja masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Hal itu disampaikan, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Suhardiyana, Senin (17/11/2014). Dia mengatakan, beberapa waktu lalu BMKG DIY belum menyampaikan informasi terkait perubahan musim.
"Apakah sudah masuk penghujan atau masih pancaroba, belum ada informasi dari BMKG. Tetapi meski hujan sudah turun permintaan dropping air masih banyak kami terima," ujar Hardi.
Hardi memaparkan, setidaknya pekan lalu ada enam laporan permintaan air. Mayoritas dari wilayah pegunungan yang berada daerah rawan kekeringan. Namun, laporan tersebut sifatnya insidental.
"Begitu ada laporan, baru kami lakukan pengiriman air. Saat ini, selain memantau kawasan bencana longsor dan banjir, kami juga masih fokus pada daerah-daerah yang membutuhkan air bersih," jelas Hardi.
Lebih lanjut Hardi memaparkan, hari itu ada satu laporan permintaan air. Salah seorang warga asal Dusun Kepundung, Desa Giripurwo, Girimulyo meminta bantuan pengiriman atau dropping air bersih. Selain daerah tersebut, beberapa desa di Kecamatan Kalibawang juga mendapatkan kiriman air bersih pada Minggu (16/11/2014).
"Hujan memang sudah turun, tapi belum merata. Kalau pun turun, air yang ditampung warga tidak dapat dikonsumsi," imbuh dia.
Wakil Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo Indarto menyebutkan permintaan distribusi air di beberapa wilayah masih tinggi. "Setidaknya, terdapat tiga wilayah yang sampai sekarang masih minta dropping air bersih," tuturnya.
Ia menilai, ketiga wilayah tersebut masih membutuhkan air bersih karena tidak ada sumber mata air di tempat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Viral! Messi adu mulut dengan wasit di Piala Dunia 2026 dan minta bicara sopan. Argentina tetap menang 3-1 atas Swiss dan melaju ke semifinal.
Marc Marquez menang MotoGP Jerman 2026 di Sachsenring, Alex Marquez crash di lap 10. Ogura dan Fernandez di podium. Simak hasil dan analisisnya.
BTS "Swim" digugat di AS karena dituding jiplak lagu demo. BigHit Music bantah keras dan siap tempuh hukum. Musikolog Ed Sheeran jadi saksi ahli.
Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga kartu merah Beckham, saksikan duel Messi vs Bellingham
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.