Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
BISNIS/ANDI RAMBE Sejumlah petugas memeriksa helikopter yang baru mendarat di landasan udara Polonia Medan, Sumut, Kamis (05/01). Badan Sar Nasional memberikan satu unit helikopter rescue jenis Bolco BO-105 kepada kantor SAR Medan sebagai upaya membantu proses tanggap darurat dan penanggulangan bencana di Sumut.
Harianjogja.com, SLEMAN-Badan SAR Nasional (Basarnas) menargetkan ada penambahan delapan unit helikopter untuk keperluan operasi kemanusiaan pada tahun depan. Rencananya, satu unit diantaranya akan disiagakan di Kantor Basarnas DIY.
“Nanti itu kita perhitungkan. Saya sudah menawarkan hal itu [helikopter] ke Sri Sultan dan beliau menyampaikan ada kemungkinan besar kalau itu diperlukan,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FHB.Soelistyo kepada wartawan usai menggelar media gathering di Cangkringan, Senin (17/11/2014) siang. Menurut Soelistyo, wilayah Jogja sebenarnya tidak terlalu luas dan kondisi jalannya pun cenderung baik.
“Tapi saya sampaikan ke beliau [Sri Sultan Hamengku Buwono X], helikopter itu bukan soal jalannya bagus atau tidak, tapi soal kecepatan sampai ke lokasi sasaran,” ungkapnya.
Saat ini, Basarnas sudah memiliki delapan unit helikopter. Seandainya nanti Jogja tidak jadi dapat jatah dari pengadaan helikopter tambahan, Soelistyo pun sudah punya alternatifnya.
“Kalaupun tidak, kita bisa deploy [helikopter] yang di Bali, Surabaya, atau Jakarta. Dalam kondisi emergency, tentu harus segera dikirim,” papar Soelistyo.
Terlepas soal helikopter, Soelistyo menambahkan, pihaknya memang akan menjalin kerja sama terkait penanganan bencana melalui penandatanganan kesepakatan dengan Pemerintah Daerah DIY, akhir bulan ini.
Sementara itu, ditanya soal antisipasi kerawanan bencana lahar hujan dari Lereng Gunung Merapi, Soelistyo memastikan pihaknya sudah siap.
“Personil dan peralatan sudah kita siapkan di Jogja pada posisi tertentu. Selain itu, kita juga punya Kantor Basarnas Jawa Tengah yang bisa didorong untuk membantu Jogja,” katanya menjelaskan.
Kepala Basarnas DIY, Waluyo Raharjo menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DIY dan Sleman terkait banjir lahar hujan.
“Kita mengutamakan armada angkutan untuk evakuasi penduduk. Selain itu, personil dan alat komunikasi di lapangan juga sudah siap,” ungkap Waluyo.
Waluyo mengakui, personil Basarnas DIY sangat minimal, yaitu hanya 21 orang. Namun, pihaknya diperkuat dengan lebih dari 2.000 relawan yang rata-rata sudah dibekali kemampuan penyelamatan korban bencana.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polisi, dan instansi terkait lainnya,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tiket transportasi, pajak ringan untuk penulis, hingga program magang nasional.