Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Sebuah bus angkutan umum tampak masih beroperasi melayani penumpang di depan Pasar Condongcatur, Depok, Sleman, Rabu (19/11/2014) pagi.(Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, Agoes Soesilo Endriarto menegaskan, pihaknya dapat mencabut izin trayek angkutan umum yang menaikkan tarif secara sepihak.
Selain menyalahi aturan, tindakan itu dinilai bisa merugikan masyarakat pengguna angkutan umum, apalagi jika tarifnya menjadi sangat tinggi.
Agoes juga khawatir, tarif angkutan umum bisa jadi tidak seragam kalau setiap pengusaha angkutan umum menaikkan tarif sendiri. Meski demikian, sanksi penyabutan izin trayek disebut sebagai jalan terakhir.
“Tidak secara langsung. Awalnya akan kami beri peringatan dulu. Jika masih bandel, baru kami cabut izin trayeknya,” kata Agoes kepada wartawan di Terminal Jombor, Rabu (19/11/2014).
Agoes pun mengimbau agar para pengusaha angkutan umum bisa bersabar dan tidak terburu-buru menaikkan tarif pascakenaikan harga BBM. “Menunggu penyesuaian tarif angkutan dari pemerintah dulu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daging kurban hanya aman 2 jam di suhu ruang menurut ahli pangan. Simak cara penyimpanan dan penanganan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.
Messi hanya alami kelelahan otot usai laga Inter Miami vs Philadelphia Union. Cedera ringan ini redakan kekhawatiran jelang Piala Dunia 2026.
Muhammad Kiandra Ramadhipa langsung meraih podium di debut Moto3 Junior World Championship 2026 di Spanyol.
FBI memperingatkan serangan Kali365 yang disebut mampu membobol akun Microsoft 365 meski MFA sudah aktif.