OPINI: Aspek Perpajakan dalam Progam Makan Bergizi Gratis
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
BI/hal Cap foto Eds 071114 wd File:4Pertamina sidak 5 Bisnis/Wahyu Darmawan SIDAK SPBU Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya (kanan) berdialog dengan konsumen saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah SPBU, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (06/11). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM aman, serta memantau respons masyarakat apabila harga BBM jadi dinaikkan oleh pemerintah.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pasca-kenaikan bahan bakar minyak (???), konsumsi premium dan solar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menunjukkan penurunan. Penurunan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi itu mencapai 20%.
"Sudah mulai terasa penurunannya. Setidaknya di SPBU kami mencapai kisaran sepuluh persen sampai 20 persen, terutama untuk bensin dan solar," ujar Pengelola SPBU Kedundang Sukamto kepada Harianjogja.com, Kamis (20/11/2014).
Sukamto memaparkan, cara masyarakat membeli ??? juga tetap. Misal, biasanya membeli premium seharga Rp10.000. Saat harga premium dipatok Rp6.500 per liter, jumlah yang didapat masyarakat bisa sampai 1,5 liter lebih.
Namun, meski kini harganya naik, masyarakat tetap membeli dengan nominal tersebut tanpa memperhitungkan berapa liter yang didapatkan.
"Saya coba perhatikan beberapa hari ini, pola pembelian tidak berubah, namun tingkat konsumsi berkurang," jelas Sukamto.
Penurunan konsumsi ??? bersubsidi saat ini, menurut prediksi Sukamto, hanya merupakan reaksi pasar. Dia meyakinkan, kemungkinan konsumsi masyarakat akan kembali normal mulai bulan depan. Sementara untuk konsumsi ??? nonsubsidi, sampai saat ini belum menunjukkan perubahan.
Lebih lanjut Sukamto menerangkan, dalam sehari kebutuhan premium dan solar di SPBU miliknya mencapai 8.000 liter dan 4.000 liter.
"Namun, setelah kenaikan harga kemarin, konsumsi premium turun menjadi 6.000 liter. Sedangkan solar turun menjadi 3.700 liter sampai 3.800 liter," papar dia.
Direktur PD Aneka Usaha Kulonprogo Fitroh Nur Wijoyo Legowo, pengelola SPBU Wates menambahkan, perubahan konsumsi ??? baru dapat dipastikan apabila telah berjalan minimal sepekan. Namun, pihaknya tak menampik apabila penurunan konsumsi ?BM bersubsidi mulai terasa.
"Secara persentase kami belum dapat memastikan. Tapi sudah sangat terasa, turunya paling tidak sampai 1.000 liter," jelas Fitroh.
Menurut Fitroh, penurunan konsumsi BBM bersubsidi tersebut dianggapnya wajar. Reaksi pasar menunjukkan bahwa masyarakat mulai melakukan penghematan.
Apalagi harga BBM bersubsidi jenis premium dipatok Rp8.500 per liter. Di mana selisih harga dari sebelumnya mencapai Rp2.000 per liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Isu Ducati dijual Volkswagen kembali muncul di tengah restrukturisasi. Nilai Ducati diperkirakan Rp23,75 triliun. CEO Audi sebut belum ada keputusan. Simak sele
Prabowo mendorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia berada di Ring of Fire dan meminta anggaran mitigasi ditambah signifikan.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Digitalisasi bansos telah menjangkau 258 daerah di 38 provinsi dengan lebih dari 4,2 juta keluarga terdaftar hingga 1 September 2026.
BTS mengakhiri tur Amerika Utara ARIRANG dengan 1,92 juta penonton dan mencetak rekor baru di SoFi Stadium.