Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Dua orang warga menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial bersama KTP dan uang sebesar Rp 400 Ribu seusai mengambil dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (18/11/2014). Program pemberian bantuan dana simpanan dari pemerintah itu bertujuan untuk membangun keluarga produktif dalam memberdayakan dan melindungi masyarakat miskin. Rumah Tangga Sasaran (RTS) muali dapat mengambil dana dana tersebut di kantor Pos Besar Yogyakarta sesuai j
Harianjogja.com, JOGJA -- Sebagian masyarakat yang telah mendapatkan bantuan perlindungan sosial di DIY sebagai kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi memilih menabungkan dana yang diterimanya.
Hal itu dikemukakan Deputi Jasa Keuangan Ritel dan Properti PT. Pos Indonesia (Persero) Regional VI wilayah Jateng-DIY Bambang S. Budi saat memberikan paparan tentang Program Keluarga Sejahtera, Jumat (21/11/2014).
Budi mengemukakan sejak Pemerintah memberlakukan harga baru BBM bersubsidi pada Selasa (18/11/2014), pihaknya telah menyalurkan dana bantuan Simpanan Keluarga Sejahtera kepada sekitar 6.000 keluarga miskin dan rentan miskin di tujuh kelurahan di DIY.
Masing-masing keluarga, ujarnya, memperoleh bantuan dana senilai Rp400.000 untuk dua bulan, November dan Desember 2014. Artinya, tambahnya, telah lebih dari Rp2,4 miliar bantuan yang disalurkan.
Bantuan tersebut disalurkan oleh PT Pos Indonesia melalui mekanisme simpanan giro.
Namun demikian, ujarnya, dia melihat kecenderungan baru dalam proses pemberian bantuan perlindungan sosial yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. Dengan mekanisme simpanan, lanjutnya, tidak semua masyarakat penerima bantuan iuran langsung mencairkan seluruh dananya.
"Sebagian mereka hanya mengambil seperlunya dan menyimpan sisanya dalam bentuk tabungan. Posisi saat ini, sekitar 20% yang ditabung," ujarnya.
Persentase tersebut, ujarnya, kemungkinan akan berubah mengingat belum seluruh penerima bantuan terdata telah mendapatkan dana bantuan tersebut.
"Nanti, kalau seluruh penerima bantuan telah menerima bantuannya, persentase dana yang disimpan bisa berubah," katanya.
Dia mengemukakan total rumah tangga yang terdata sebagai penerima bantuan mencapai 287.407 keluarga. Artinya, masih ada sekitar 281.000 keluarga yang belum mendapatkan dana bantuan.
Pihaknya akan menyalurkan sisa bantuan secara bertahap sesuai dengan masing-masing wilayah penerima bantuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Penyebab motor boros bensin yang sering diabaikan: gaya agresif, tekanan ban kurang, filter udara kotor, busi aus, hingga kebocoran selang.
Media Vietnam Soha khawatir dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Herdman panggil 20 pemain naturalisasi dan diaspora, ancam dominasi Vietnam.
Prabowo menurunkan bunga kredit Mekaar dari 22 persen menjadi 8 persen melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
14 PAC PKB Bantul memberi ultimatum 3x24 jam kepada DPP untuk meninjau ulang Ketua DPC atau siap mundur massal dan mengembalikan KTA.
Parkir Piala Dunia 2026 di AS tembus Rp12 juta di Los Angeles, lebih mahal dari tiket. Daftar tarif stadion SoFi, Hard Rock, Houston, dan Dallas.