SWASEMBADA PANGAN DALAM DUA TAHUN : Produksi Padi Sleman Selalu Surplus

Senin, 24 November 2014 20:20 WIB
SWASEMBADA PANGAN DALAM DUA TAHUN : Produksi Padi Sleman Selalu Surplus

Harianjogja.com, JOGJA—Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan swasembada beras dalam waktu dua tahun bukan target yang sulit dicapai oleh DIY. Produktivitas padi di empat kabupaten di dearah ini sangat tinggi, bahkan surplus selalu bisa dicapai tiap tahun.

Sleman adalah lumbung beras. Kabupaten itu adalah produsen padi terbesar di DIY. Surplus beras  dalam dua
tahun terakhir mencapai lebih dari 100.000 ton. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman pun yakin Sleman
mampu memenuhi target swasembada beras pada 2016.

“Apalagi selama ini beras kami selalu surplus. Masa tanam dalam setahun di Sleman minimal dua kali, tapi ada
juga yang tiga kali,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Widi
Sutikno kepada Harianjogja.com, saat ditemui di kantornya, Kamis (20/11/2014).

Namun, mewujudkan swasembada bukan tanpa hambatan. Menurut Widi, salah satu kendala yang dihadapi Sleman dalam produksi pertanian adalah fungsi irigasi yang tidak optimal. Panjang irigasi tersier di Sleman mencapai 547 kilometer (km). Namun, 52% di antaranya dalam kondisi rusak.

“Ada beberapa kerusakan teknis sehingga kami sering kehilangan air. Airnya ada, tapi tidak sampai ke lahan persawahan,” jelas Widi.

Hama tikus juga masih jadi musuh utama pertanian padi. Kendala lain adalah menyusutnya lahan pertanian. DPPK Sleman mencatat luas lahan pertanian di Sleman pada 2013 adalah 22.560 hektare (ha). Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 22.627 ha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online