KELANGKAAN GAS : Warga Diimbau Beli Gas di Pangkalan, Bukan di Pengecer

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 27 November 2014 11:20 WIB
KELANGKAAN GAS : Warga Diimbau Beli Gas di Pangkalan, Bukan di Pengecer

Ilustrasi Espos/Agoes Rudianto HET GAS--Pekerja menaikkan tabung gas elpiji ukuran 3 kg ke mobil di daerah Badran, Solo, Selasa (26/1). Harga gas eceran di pasaran cenderung anjlok di bawah harga eceran tertinggi (HET) karena pasokan berlimpah. SOLOPOS 27 JAN 2010 HAL IV EKBIS

Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta mengakui tingginya harga gas saat ini, yang mencapai lebih dari Rp20.000 di tingkat pengecer.

Pegawai di Disperindagkop menurutnya telah diterjunkan untuk memantau peredaran gas. Lembaga ini menemukan banyaknya stok gas di tangan pengecer.

“Kemungkinan ini ulah pengecer menjual dengan harga tinggi,” paparnya, Rabu (25/11/2014).

Solusinya kata dia, pangkalan diminta membatasi penjualan gas ke pengecer dan memprioritaskan penjualan ke konsumen.

Kedua, konsumen diimbau membeli gas ke pangkalan bukan ke pengecer. Di Bantul terdapat hampir 700 pangkalan yang tersebar di 17 kecamatan.

Artinya, kata dia, masyarakat tidak akan sulit mengakses pangkalan elpiji bersubsidi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis